<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619</id><updated>2011-07-07T20:45:56.852-07:00</updated><title type='text'>My Jihad</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-7087136668604222444</id><published>2011-03-01T03:32:00.000-08:00</published><updated>2011-03-01T03:32:27.764-08:00</updated><title type='text'>Viva la Anarchy (tentang anakisme)</title><content type='html'>Disebutkan dalam wikipedia: "Anarchism is a political philosophy which considers the state undesirable, unnecessary, and harmful, and instead promotes a stateless society, or anarchy.It seeks to diminish or even abolish authority in the conduct of human relations. Anarchists widely disagree on what additional criteria are required in anarchism. The Oxford Companion to Philosophy says, "there is no single defining position that all anarchists hold, and those considered anarchists at best share a certain family resemblance."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep anarki sesungguhnya (menurut saya) memiliki beberapa kesamaan dengan bagaimana berpolitik dalam Islam. Dalam Anarkisme, sebuah negara tidaklah mutlak keberadaannya. keberadaannya tidak begitu penting. "Patriotisme adalah pembodohan" adalah salah satu slogan yang kerap dikumandangkan dalam pandangan politik anarchy. Dan sebagaimana dalam Islam, sebuah Daulah Islamiyah atau sistim pemerintahan Khilafiyah tidak mengenal adanya batas negara. Sehingga tidak pula dikenal adanya patriotisme. Satu-satunya bentuk fanatisme adalah hanya kepada Allah dan Rasulnya. Islam juga memandang Patriotisme atau Nasionalisme adalah sebuah bentuk pembodohan. Lebih lanjut lagi, Islam melihat dua hal itu sebagai bentuk penghambaan kepada sesuatu selain Tuhan (yang dalam istilah kerennya disebut syirik) dan seperti dalam Islam, pada Anarkisme setiap insan bertanggung jawab atas keberadaan dirinya sendiri, setiap orang adalah jiwa yang merdeka, namun tetap bertanggung jawab penuh atas segala yang dilakukannya. tidak ada jaminan seseorang pasti masuk surga, ataupun sebaliknya. semua kembali lagi kepada masing-masing orangnya. tidak seperti dogma agama Kristen yang menyatakan bahwa setiap orang kristen pasti masuk surga karena semua dosa umat manusia sudah ditebus oleh yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anarki” adalah satu kata yang sekarang sudah menjadi sebuah kata negatif setelah puluhan tahun dicitrakan media barat sebagai afiliasi dari kekacauan dan kekerasan. “anarkis” adalah stempel bagi siapa saja yg melakukan tindak kekerasan, membuat kekacauan secara bersama-sama. Cap negatif dari media diperparah lagi dengan keberadaan  “boroké Punk” yang hanya mengadopsi gaya berpakaian, tanpa mengadopsi, menerapkan, atau mengkampanyekan idealismee Punk yang sesungguhnya, dan seringkali justru menggelandang melakukan tindak kriminal. Hanya meniru apa yang dicitrakan media, dan menerapkannya dalam keseharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anarkisme itu sendiri sesungguhnya merupakan sebuah alternatif yang ditawarkan oleh idealismee Punk, yang timbul dari ketidakpercayaan terhadap sitem yang ada, dimana sistem yang ada telah terbukti selalu menimbulkan kesenjangan, ketidakadilan, serta kekayaan yang tidak merata (yang akhirnya mengakibatkan kemiskinan dan penderitaan masyarakat/kaum marjinal). Punk sebenarnya muncul dari akibat kebusukan pemerintah, sistem, kebusukan politik, kejahatan kapitalisme, korupsi, dan sebagainya yang masih melingkupinya. Idealisme Punk itu sendiri seiring dengan berjalannya waktu terus berevolusi menyesuaikan perubahan wajah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah kekerasan yang muncul dari Punk itu sendiri sebenarnya merupakan akibat dari pencitraan media yang dikontrol oleh kapitalisme. Kapitalisme melihat Punk sebagai gerakan bawah tanah yang memiliki potensi untuk membahayakan keberlangsungannya, sehingga media mencitrakan “Punk” sebagai sesuatu yang negatif. Akibatnya, muncullah sebuah generasi Punk yang berlabel borok, yang merealisasikan pencitraan media tentang Punk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anarchy itu sendiri sesungguhnya adalah sebuah keadaan dimana kita memimpin diri kita sendiri, bertanggung jawab atas diri sendiri, mengabaikan pemimpin dan sistem yang sah (sehingga stiap Punkers punya gaya mereka sendiri secara invidual untuk mengekspresikannya, tidak ada aturan baku tanpa ada keharusan untuk memakai celana ketat ataupun memiliki model rambut nyleneh). Jika ditanya mengapa menganut anakisme, sudah jelas karena kebusukan para pemimpin dan sistem yang ada. kita tidak butuh pemimpin seperti mereka, karena kita bisa memimpin diri kita sendiri, mengacuhkan sistem, dan melakukan perubahan menuju masyarakat yang lebih baik. Kita tidak butuh sebuah sistem yang hanya menyengsarakan diri kita sendiri. kita tidak butuh sebuah sistem yang telah bertahun-tahun terbukti hanya membuat gemuk orang-orang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Viva la anarchy! Karena kita semua sama, kita semua sederajat. Karena kita semua bersaudara. Karena kita ras bebas, kita bukan budak yang hidup untuk bekerja dan menggemukkan kaum borjuis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-7087136668604222444?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/7087136668604222444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2011/03/viva-la-anarchy-tentang-anakisme_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/7087136668604222444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/7087136668604222444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2011/03/viva-la-anarchy-tentang-anakisme_01.html' title='Viva la Anarchy (tentang anakisme)'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-3062183081902021048</id><published>2011-03-01T03:25:00.000-08:00</published><updated>2011-03-01T03:25:33.164-08:00</updated><title type='text'>Viva la Anarchy (tentang anakisme)</title><content type='html'>Disebutkan dalam wikipedia: "Anarchism is a political philosophy which considers the state undesirable, unnecessary, and harmful, and instead promotes a stateless society, or anarchy.It seeks to diminish or even abolish authority in the conduct of human relations. Anarchists widely disagree on what additional criteria are required in anarchism. The Oxford Companion to Philosophy says, "there is no single defining position that all anarchists hold, and those considered anarchists at best share a certain family resemblance."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep anarki sesungguhnya (menurut saya) memiliki beberapa kesamaan dengan bagaimana berpolitik dalam Islam. Dalam Anarkisme, sebuah negara tidaklah mutlak keberadaannya. keberadaannya tidak begitu penting. "Patriotisme adalah pembodohan" adalah salah satu slogan yang kerap dikumandangkan dalam pandangan politik anarchy. dan seperti dalam Islam, pada Anarkisme setiap insan bertanggung jawab atas keberadaan dirinya sendiri, setiap orang adalah jiwa yang merdeka, namun tetap bertanggung jawab penuh atas segala yang dilakukannya. tidak ada jaminan seseorang pasti masuk surga, ataupun sebaliknya. semua kembali lagi kepada masing-masing orangnya. tidak seperti dogma agama Kristen yang menyatakan bahwa setiap orang kristen pasti masuk surga karena semua dosa umat manusia sudah ditebus oleh yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anarki” adalah satu kata yang sekarang sudah menjadi sebuah kata negatif setelah puluhan tahun dicitrakan media barat sebagai afiliasi dari kekacauan dan kekerasan. “anarkis” adalah stempel bagi siapa saja yg melakukan tindak kekerasan, membuat kekacauan secara bersama-sama. Cap negatif dari media diperparah lagi dengan keberadaan  “boroké Punk” yang hanya mengadopsi gaya berpakaian, tanpa mengadopsi, menerapkan, atau mengkampanyekan idealismee Punk yang sesungguhnya, dan seringkali justru menggelandang melakukan tindak kriminal. Hanya meniru apa yang dicitrakan media, dan menerapkannya dalam keseharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anarkisme itu sendiri sesungguhnya merupakan sebuah alternatif yang ditawarkan oleh idealismee Punk, yang timbul dari ketidakpercayaan terhadap sitem yang ada, dimana sistem yang ada telah terbukti selalu menimbulkan kesenjangan, ketidakadilan, serta kekayaan yang tidak merata (yang akhirnya mengakibatkan kemiskinan dan penderitaan masyarakat/kaum marjinal). Punk sebenarnya muncul dari akibat kebusukan pemerintah, sistem, kebusukan politik, kejahatan kapitalisme, korupsi, dan sebagainya yang masih melingkupinya. Idealisme Punk itu sendiri seiring dengan berjalannya waktu terus berevolusi menyesuaikan perubahan wajah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah kekerasan yang muncul dari Punk itu sendiri sebenarnya merupakan akibat dari pencitraan media yang dikontrol oleh kapitalisme. Kapitalisme melihat Punk sebagai gerakan bawah tanah yang memiliki potensi untuk membahayakan keberlangsungannya, sehingga media mencitrakan “Punk” sebagai sesuatu yang negatif. Akibatnya, muncullah sebuah generasi Punk yang berlabel borok, yang merealisasikan pencitraan media tentang Punk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anarchy itu sendiri sesungguhnya adalah sebuah keadaan dimana kita memimpin diri kita sendiri, bertanggung jawab atas diri sendiri, mengabaikan pemimpin dan sistem yang sah (sehingga stiap Punkers punya gaya mereka sendiri secara invidual untuk mengekspresikannya, tidak ada aturan baku tanpa ada keharusan untuk memakai celana ketat ataupun memiliki model rambut nyleneh). Jika ditanya mengapa menganut anakisme, sudah jelas karena kebusukan para pemimpin dan sistem yang ada. kita tidak butuh pemimpin seperti mereka, karena kita bisa memimpin diri kita sendiri, mengacuhkan sistem, dan melakukan perubahan menuju masyarakat yang lebih baik. Kita tidak butuh sebuah sistem yang hanya menyengsarakan diri kita sendiri. kita tidak butuh sebuah sistem yang telah bertahun-tahun terbukti hanya membuat gemuk orang-orang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Viva la anarchy! Karena kita semua sama, kita semua sederajat. Karena kita semua bersaudara. Karena kita ras bebas, kita bukan budak yang hidup untuk bekerja dan menggemukkan kaum borjuis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-3062183081902021048?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/3062183081902021048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2011/03/viva-la-anarchy-tentang-anakisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/3062183081902021048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/3062183081902021048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2011/03/viva-la-anarchy-tentang-anakisme.html' title='Viva la Anarchy (tentang anakisme)'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-7144481431295984358</id><published>2010-04-07T22:55:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T23:12:09.834-07:00</updated><title type='text'>4 NEWBIE IN THE FIELD OF DAKWAH</title><content type='html'>Sekarang ini saya sedang menyelesaikan buku ke dua saya. Di salah satu babnya, ada pembahasan tentang tanda-tanda kiamat. Dalam research saya, saya menemukan dua ayat yang saya rasa sangat penting buat diketahui oleh teman-teman yang sampai sekarang aktif di dunia dakwah, terutamanya lagi bagi kawan-kawan yang masih newbie. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (kami)." Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?." Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali” (QS. An Nisaa 4: 95-97) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “berperang” dan “berjihad” dalam ayat di atas bisa juga diartikan sebagai “berjuang di jalan Allah”. Berjuang dalam konteks kekinian – seperti kata Harun Yahya” – tidak harus dengan kekuatan senjata. Karena jaman sekarang adalah jaman informasi, perjuangan itu bisa juga dilakukan dengan informasi juga. Berjihad dengan ilmu. Dan itulah yang sedang kita lakukan bersama kawan. Hanya saja apakah kita sudah ikhlas dalam melakukannya? Jika belum, semoga kita sama-sama bisa menata hati untuk bisa lebih ikhlas dalam memperjuangkan agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan perjuangan ini, Nabi mendefinisikan masa di mana kita hidup ini sebagai masa yang penuh dengan kekacauan. Nabi memerintahkan ummatnya – kita – yang hidup di jaman kekacauan ini untuk memperjuangkan agama Allah yang Hak, meski harus merangkak di atas salju. Meski kita harus berjuang mati-matian sampai nyawa juga dipertaruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat di atas, berjihad atau memperjuangkan agama Allah adalah sebuah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu. Mampu dalam artian memiliki ilmu dan juga potensi tentunya, jika perangnya adalah perang pemikiran atau ghazwul fikr. Menuntut ilmu dalam hal ini adalah memperkuat senjata dan kekuatan kita untuk berperang. Lalu karena hal ini merupakan kewajban bagi kita, kita juga harus ingat ancaman Allah bagi kita yang sengaja melalaikan kewajiban atau bahkan menentang hukum Allah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al Ahzab 33: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohua’lam bish-showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By, Arudatu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-7144481431295984358?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/7144481431295984358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2010/04/4-newbie-in-field-of-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/7144481431295984358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/7144481431295984358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2010/04/4-newbie-in-field-of-dakwah.html' title='4 NEWBIE IN THE FIELD OF DAKWAH'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-1316128414837269343</id><published>2010-01-29T19:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T20:02:07.439-08:00</updated><title type='text'>tentang Hizib</title><content type='html'>Selama ini banyak diantara kita yang memiliki pandangan miring tentang Hizbuth Tahrir (Hizib). Banyak diantara umat Muslim sendiri yang memandang Hizib sebagai ormas Islam radikal yang suka mencela orang lain, bahkan mencela sesama umat Muslim. pandangan semacam ini kerap juga datang dari sesama aktifis dakwah. Bahkan ada orang yang memandang, atau bahkan menuduh Hizib sebagai penganut aliran Wahabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui siapa dan apa itu Hizib, pertama kita harus tahu sekilas mengenai sejarah Hizib. Sebagaimana kita semua tahu, tanah Al Quds selama ini dalam penjajahan Israel laknatulloh. Hizib sendiri lahir dari kancah pergolakan bumi Palestine. Jika Hamas dan Fatah memfokuskan perjuangan mereka untuk membebaskan tanah air mereka, maka fokus dari perjuangan Hizib lebih dari itu. Hizib memfokuskan diri pada penyatuan umat Islam secara global, menegakkan kembali harga diri umat Islam, menegakkan hukum syari’ah secara menyeluruh dalam setiap sendi kehidupan manusia sampai tebentuknya sebuah sistim kesatuan umat Islam yang disebut khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizib lahir di tanah Al Quds pada 1953. Didirikan oleh Syaikh Taqiyuddin An Nabahani, seorang hakim di pengadilan syariah Palestine dan seorang alumni universitas Al Azhar Mesir. Beliau juga seorang anggota Ikhwanul Muslimin yang pandangan politiknya banyak diadopsi oleh PKS (meski banyak ikhwanul muslimin yang dicap sebagai teroris maupun antipemerintah beberapa dekade ini, dikarenakan perubahan haluan politik Ikhwanul Muslimin di berbaga negara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizib kini telah tersebar di berbagai negara di dunia. Hizib dalam waktu yang relatif singkat sudah menyebar ke seluruh negara arab di timur tengah. Kemudian tersebar ke Mesir, Libia, Sudan, Aljazair, Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Australia, Jepang, Belanda, negara-negara eropa lainnya, AS, Rusia, Uzbekistan, Kirgistan, Tajikistan, Pakistan, Malaysia, Indonesia, Australia,dan beberapa negara lainnya. Hizib sendiri mulai masuk ke Indonesia pada dekade 1980an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita cermati, dalam beberapa hal (yang positif tentunya) cara kerja Hizib memiliki kemiripan dengan cara kerja zionis. Namun dalam hal ideologi sama sekali berbeda. Jika zionis internasional memperjuangkan keberlangsungan sekularisme, kapitalisme, pruralisme, dan liberaisme, maka Hizib Internasional memperjuangkan khilafah dan tegaknya syariah Islam. Jika paham lain memandang urusan politik tidak bisa disatukan dengan agama, maka Hizib memandang urusan politik itu tidak bisa dipisahkan dari Islam. Hal ini karena satu-satunya hukum yang secara total dan mengakar mengatur manusia adalah syariah. Satu-satunya hukum yang diciptakan oleh sang Maha Pencipta adalah Syariah. Dan dalam hal politik, Hizib memandang politik itu bersifat menyeluruh. Politik dalam pandangan Hizib adalah pengaturan urusan umat di dalam dan luar negeri, yang dilakssanakan oleh umat dan negara. Negara berfungsi sebagai yang menjalankan, umat berfungsi sebagai pengawas. Mirip dengan demokrasi, namun lebih sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, kekuatan Hizib sebagai institusi politik Islam di dunia internasional mulai diperhitungkan. Namun umat Islam di Indonesia seakan sengaja dibutakan oleh media terhadap keberadaan Hizbuth Tahrir Indonesia, maupun Hizbuth Tahrir Internasional. Pada pertengahan tahun 2007 lalu, Hizbuth Tahrir Indonesia mengadakan konferensi khilafah Internasional. Tokoh nasional yang diundang antara lain Amin Rais, Rizieq Shihab, dan beberapa orang lainnya. Habib Rizieq Shihab sendiri tidak dierbolehkan datang oleh kepolisian RI. Tokoh Hizib Internasional yang diundangpun banyak yang secara misterius dihalangi oleh beberapa pihak untuk datang, dicekal, atau tanpa alasan yang jelas ditangkap oleh pemerintah negara tempat mereka tinggal. Tokoh Hizib Inggris sudah sampai di bandara Soekarno Hatta, namun pada hari itu beliau langsung dideportasi. Tokoh Hizib dari Palestine dilarang meninggalkan bandara Tel Aviv. Tokoh Hizib Australia dicekal. Yang berhasil memenuhi undangan waktu itu hanya tokoh dari Jepang dan Oman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak saat itu, Hizbuth Tahrir Internasional menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam dunia perpolitikan Internasional. Namun anehnya peristiwa ini sama sekali tidak diberitakan di media lokal. Padahal panitia penyelenggara di Jakarta banyak mendapat pertanyaan dan permintaan wawancara dari media asing seperti Al Jazeera dan AFP. Hal ini menunjukkan bagaimana kekuatan Islam sampai saat ini masih sangat ditakuti oleh dunia barat, terutama oleh Zionis Internasional. Hanya berkumpul saja sudah sangat diupayakan untuk tidak sampai terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada beberapa orang yang mengatasnamakan Hizib yang mengeluarkan statement yang kurang mengenakkan, yang terkesan menyakitkan untuk sebagian umat Islam. Namun itu hanya pernyataan sebagian orang saja. Hal itu tidak mewakili pendapat Hizib secara menyeluruh. Memang ada sebagian kader Hizib yang bersikap keras dan emosional. Namun hal ini juga tidak mewakili Hizib secara keseluruhan. Dalam Hizib sendiri ada berbagai macam orang. Ada kader hizib yang berasal dari NU, Muhammadiyah, bahkan dari FPI. Masing-masing kader Hizib juga memiliki Mahzab yang beragam, ada yang penganut mahzab imam Hanafi, Syafi’i, bahkan ada pula teman-teman dari salafiyah. Apapun itu, selama masih berada dalam payung Ahlussunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai Hizib tentunya tidak akan lepas dari yang namanya politik. Dalam pandangan demokrasi dan kehidupan sekuler, yang dinamakan politik adalah cara yang sistimatis untuk meraih kekuasaan dan mempertahankannya. Maka tidak heran jika para praktisi politik adalah orang-orang yang ambisius, oportunis, dan tak jarang merupakan orang-orang yang tidak memiliki nurani. Atau dalam bahasa Quran disebut dengan orang-orang yang hatinya sudah terkunci. Sedangkan dalam pandangan Islam, dimana segala macam urusan itu terhubung dengan Allah dan diatur oleh Al Quran dan Hadist, politik adalah pengaturan segala urusan umat. Mulai dari urusan dakwah, kesejahteraan umat, sampai bagaimana mekanisme pengawasan oleh umat terhadap institusi negara. Segala kegiatan dalam pandangan Islam tidak pernah lepas dari hukum syariah. Segala yang kita lakukan dari bangun tidur sampai bangun lagi diatur dalam Islam. Segala kegiatan dalam pandangan Islam juga merupakan media untuk beribadah kepada Allah. Termasuk dalam hal ini dalam berpolitik. Dan politik dalam Islam adalah mengurus dan memelihara segala urusan-urusan umat sesuai dengan hukum Syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, setahu saya hanya Hizib satu-satunya pergerakan ummat Islam internasional yang masih tetap konsisten dalam memperjuangkan tegaknya syariah Islam tanpa tudung aling-aling ataupun ageda tersembunyi,serta tetap konsisten membela segala urusan ummat Islam. Bagi kalangan politisi di negara ini mungkin hizib dipandang miring atau bahkan berbahaya karena memiliki potensi untuk melakukan makar (dikarenakan dipandang berseberangan dengan ideologi politik negara. Padahal dalam pandangan hizib, sebuah negara bisa berjalan dengan baik jika para pelaku pemerintahan dan elit politiknya memiliki ketinggian kecerdasan emosional maupun spiritual. Untuk itu maka hizib sebagai partai politik menjadikan dakwah Islam sebagai pondasi perderakannya. Proses kaderisasi dilakukan secara radikal dengan metode liqo’. Wallohua’lam Bish-showab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-1316128414837269343?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/1316128414837269343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2010/01/tentang-hizib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/1316128414837269343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/1316128414837269343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2010/01/tentang-hizib.html' title='tentang Hizib'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-7116726488255367307</id><published>2009-06-21T21:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T21:54:26.181-07:00</updated><title type='text'>Makna Syahadatain</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;h1&gt;Makna Syahadatain&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jika kita ditanya mengenai rukun iman dan rukun Islam, tentu kita semua tahu dan &lt;/span&gt;tentunya kita juga bisa menyebutkannya satu per satu. &lt;span class="GramE"&gt;Namun berapa banyak dari kita yang bisa benar-benar menerapkannya dan benar-benar menghayati makna dari kedua rukun itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Rukun iman yang pertama dan kedua adalah iman kepada Alloh dan iman kepada Nabi.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Dan rukun Islam yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat.&lt;/span&gt; Dua hal ini menunjukkan penekanan terhadap pentingnya syahadat terhadap diri seorang &lt;span class="GramE"&gt;muslim&lt;/span&gt;. Tetapi meski begitu, masih banyak dari kita yang memaknai syahadat hanya sebatas &lt;span class="GramE"&gt;apa&lt;/span&gt; yang diucapkan oleh lisan saja dan tidak benar-benar menancapkan maknanya dalam hati dan jiwa kita.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun sebelum memahami makna dari syahadat, kita perlu tahu &lt;span class="GramE"&gt;apa&lt;/span&gt; itu syahadat. &lt;span class="GramE"&gt;Syahadat adalah ikrar yang kita ucapkan sebagai kesaksian kita terhadap kebenran ajaran agama Islam.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Dan sebagaimana estinya sebuah ikrar, ketika diucapkan ada konsekuensi-konsekuensi yang harus dilakukan bersamaan dengan diucapkannya ikrar tersebut.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Dan sebagaimana sebuah ikrar, ketika diucapkan harus juga dengan sepenuh hati, diyakini dengan sepenuh jiwa, dan dicerminkan dalam tindakan kita sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;Kesaksian Terhadap Keesaan Alloh SWT&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Kalimat syahadat yang pertama adalah pernyataan tidak adanya Illah selain Alloh.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Kata “Illah” dalam kalimat &lt;i style=""&gt;Laa Ilaaha Illalloh&lt;/i&gt; tidak hanya bermakna “Tuhan” namun lebih dari itu.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Kata Tuhan dalam bahasa Arab bisa disebut dengan Robb atau Robbi.&lt;/span&gt; Kata Illah berarti &lt;i style=""&gt;the ultimate one &lt;/i&gt;yang benar-benar mutlak, tidak ada lagi yang lainnya, yang benar-benar hanya ada Alloh Yang Maha Esa, tidak ada yang &lt;span class="GramE"&gt;lainnya&lt;/span&gt;, yang benar-benar disembah, dicintai, ditakuti, dan benar-benar dipuja selain Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Sebagai konsekuensi dari hal ini adalah, kita tidak boleh lagi memuja segala sesuatu melebihi Alloh SWT.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Tidak lagi mencintai selain-Nya melebihi dosis kecintaan yang semestinya.&lt;/span&gt; Tidak lagi menjadikan materi sebagai obsesi dan orientasi hidup, tidak mempercayai perkataan “orang pintar”, serta tidak berdoa memohon pertolongan kepada selain Alloh SWT – meskipun hal tersebut adalah menjadikan sesuatu tersebut sebagai “perantara” untuk memohonkan doa kepada Alloh SWT. &lt;span class="GramE"&gt;Doa&lt;/span&gt; adalah puncak dari ibadah seorang muslim kepada Tuhannya, dan sudah semestinya hal ini dilakukan tanpa perantara. &lt;span class="GramE"&gt;Dan sesungguhnya Alloh menyukai hamba-Nya yang berdoa pada-Nya.&lt;/span&gt; Maka jika demikian bukankah jika kita langsung meminta kepada Alloh SWT!?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Pada masa jahiliyah, banyak diantara penyembah berhala yang menolak untuk mengucapkan kalimat Syahadat karena konsekuensi menyebut Alloh sebagai Illah adalah sangat berat.&lt;/span&gt; Mereka tidak lagi bisa menuhankan, mengidolakan, memuja, atau mencintai selain Alloh, melebihi Alloh sendiri, dan mereka harus meninggalkan agama dan tradisi lama yang selama ini mereka jaga. &lt;span class="GramE"&gt;Hal ini harus benar-benar kita sadari, karena kenyataan di sekitar kita sampai saat ini, masih banyak umat Islam yang masih belum bisa menempatkan Alloh sebagai “Illah”.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Masih banyak diantara kita yang masih menempatkan Alloh sebagai “Rabb” saja.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Masih banyak diantara kita yang masih memelihara tradisi-tradisi yang sebenarnya berseberangan dengan syariah.&lt;/span&gt; Sebut saja seperti kejawen, haul, ruwatan, selametan, atau tradisi lain yang sebenarnya itu bid’ah yang nabi sendiri tidak pernah mengajarkannya kepada kita. Dan sekalipun itu tradisi, jika Nabi tidak mengajarkan, maka kita akan mendapatkan adzab Alloh karena dalam hal ibadah, apa yang kita lakukan harus benar-benar didasarkan atas apa yang dicontohkan secara langsung oleh nabi, ataupun diisyaratkan oleh nabi sendiri bahwa hal itu boleh. &lt;span class="GramE"&gt;Suatu ibadah tidak boleh didasarkan pada qiyas ataupun pendpat semata.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Harus ada Nash yang jelas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Kemudian lagi-lagi hal ini berawal dari kecintaan yang berlebihan terhadap sesuatu selain Alloh.&lt;/span&gt; Dan dengan kata &lt;span class="GramE"&gt;lain&lt;/span&gt;, percuma jika kita bersyahadat, tetapi masih mengamalkan semua itu. &lt;span class="GramE"&gt;Percuma juga kita ibadah dalam hidup ini jika Illah kita bukan Alloh.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Illah dalam hal ini bisa berupa suatu paham, uang, jabatan, atau wanita.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Bisa juga berupa hal-hal klenik yang sesungguhnya tidak masuk akal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Illah dalam konteks ibadah adalah sesuatu yang benar-benar disembah, dicintai, ditakuti, dijadikan obsesi, dan dijadikan orientasi hidup.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Jika Illah kita bukan Alloh, atau kita tidak memiliki Illah, maka bisa dibayangkan bagaimana efeknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;Kesaksian Terhadap Kerasulan Rasululloh Muhammad SAW&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Dengan bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasululloh, maka secara otomatis kita juga bersaksi bahwa kita mencintai Nabi Muhammad SAW melebihi cinta kita terhadap semua makhluk Alloh, bahkan mencintai beliau melebihi orang tua kita sendiri.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Setiap generasi memiliki nabinya masing-masing, dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi kita, yang diturunkan pada untuk kita, yang diutus untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Kita sebagai umat Islam tentunya mengenal siapa itu Nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Namun, hampir dapat dipastikan jika kita yang mengaku Muslim ini mencintai beliau tidak sebagaimana mestinya.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Kita seharusnya mencintai Alloh SWT dan Nabi Muhammad SAW melebihi orang-tua kita, pacar kita, bahkan nyawa kita.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Namun kenyataannya, meski kita mengakui beliau sebagai Nabi kita, banyak diantara kita yang lebih mengidolakan artis daripada Nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Bahkan sosok Nabi Muhammad SAW hanya seorang legenda saja dalam benak kebanyakan dari kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika kita memang benar mencintai Nabi kita Muhammad SAW, tentunya kita akan mempelajari hadist beliau, biografi beliau beserta tingkah laku beliau tanpa pernah bosan, sampai sedetail-detailnya, sampai hal yang sekecil-kecilnya agar kita bisa menjadi seperti beliau. Namun &lt;span class="GramE"&gt;apa&lt;/span&gt; nyatanya kawan? &lt;span class="GramE"&gt;Banyak diantara kita yang tidak mengenalnya.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Kita hanya mengenalnya sebatas cerita.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Banyak dari kita bahkan tidak benar-benar mengimaninya sebagai Rasul – dalam artian, banyak hal yang beliau ajarkan, enggan untuk kita ikuti.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Bahkan kita menjadi fobia terhadap ajaran beliau – yang kita sebut sebagai syariah Islam.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Kita seharusnya malu kawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Nabi kita sangat mencintai kita umat Islam ini sebagai umatnya.&lt;/span&gt; Sampai-sampai pada waktu ajal sudah &lt;span class="GramE"&gt;di depan&lt;/span&gt; beliau, Nabi masih memikirkan umatnya. Ketika nyawanya dicabut, Nabi bertanya pada Malaikat apakah umatnya bakal merasakan rasa sakit yang &lt;span class="GramE"&gt;sama&lt;/span&gt;, Malaikat menjawb jika umatnya bakal merasakan yang lebih sakit lagi. Lalu beliau meminta Malaikat untuk menimpakan semua rasa sakit yang nanti &lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt; dirasakan oleh umat beliau. Ketika nyawa beliau sudah sudah berada di tenggorokan, beliau bahkan mengucapkan &lt;i style=""&gt;“&lt;span class="GramE"&gt;Ummati,….&lt;/span&gt; Ummati&lt;span class="GramE"&gt;,…&lt;/span&gt; Umati&lt;span class="GramE"&gt;,…&lt;/span&gt;” &lt;/i&gt;yang artinya &lt;i style=""&gt;“Umatku,…Umatku,…Umatku,…”&lt;a style="" href="file:///E:/bligblogs/Makna%20Syahadatain.htm#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; yang menunjukkan bahwa sampai maut menjemputnya, Nabi masih begitu memikirkan umatnya, karena cintanya terhadap umatnya yang sangat dalam.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lalu kawan, jika cinta Nabi pada kita sampai segitunya, dan dengan ajaran beliau yang begitu agung dan mulianya, &lt;span class="GramE"&gt;apa&lt;/span&gt; pantas jika kita mencintai Nabi Muhammad hanya sebatas seperti pemaparan di atas? &lt;span class="GramE"&gt;Apakah kita tidak malu pada diri kita sendiri?&lt;/span&gt; Atau dengan kata lain, &lt;span class="GramE"&gt;apa&lt;/span&gt; masih pantas kita mengaku sebagai umat Islam? Jika memang cinta kita terhadap beliau hanya sebatas itu, jika memang kita fobia terhadap syariah Islam, tidak mau menerima syariah Islam tanpa mempelajarinya terlebih dahulu, kenapa tidak buang saja sekalian keislaman kita? &lt;span class="GramE"&gt;Toh hal itu tidak ada bedanya karena kita tidak mencintai Nabi Muhammad SAW sebagaimana mestinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Nabi Muhammad SAW itu seorang manusia biasa kawan.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Beliau diturunkan di dunia ini untuk menjadi suri tauladan bagi kita semua.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Beliau diturunkan di dunia ini untuk kita cintai.&lt;/span&gt; Dan &lt;span class="GramE"&gt;apa&lt;/span&gt; yang beliau lakukan, tidak ada yang mustahil untuk kita lakukan. &lt;span class="GramE"&gt;Apa&lt;/span&gt; yang berasal dari beliau, sudah pasti baik karena pasti berasal dari Alloh SWT. &lt;span class="GramE"&gt;Dan kita diciptakan sebagai umat Islam, umat beliau, seharusnya meneladani beliau dalam semua hal.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Dalam hal ibadah, seharusnya kita tidak melakukan ibadah-ibadah yang tidak semestinya.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Tidak melakukan ibadah-ibadah yang jelas-jelas tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Tidak melakukan ibadah-ibadah yang tidak jelas tuntunannya, meskipun hal ini diperintahkan oleh ustad kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, maka kita dengan sendirinya harus melaksanakan semua perintah Alloh, dan menegakkan Syariah sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhamad SAW.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Jadi syahadat itu bukan hanya beruapa ikrar semata, ada konsekuensi logis sebagai umat Islam ketika kita sudah mengucapkanya.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Wallohua’lam bisshowab.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;By: Arudatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;a href="http://arudatu.blogspot.com/"&gt;http://arudatu.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;a href="http://detuva.multiply.com/"&gt;http://detuva.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr size="1" width="33%" align="left"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.45pt;"&gt;&lt;a style="" href="file:///E:/bligblogs/Makna%20Syahadatain.htm#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hadist riwayat Fatimah binti Rasuillah&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-7116726488255367307?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/7116726488255367307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/06/makna-syahadatain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/7116726488255367307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/7116726488255367307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/06/makna-syahadatain.html' title='Makna Syahadatain'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-683192770185466026</id><published>2009-05-05T23:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T23:32:16.618-07:00</updated><title type='text'>Dzikir</title><content type='html'>Banyak dari kita yang memaknai dzikir hanya sebagai ritual, hanya sebagai lantunan kata-kata yang dilantunkan berkali-kali tanpa benar-benar memahami dan menghayati arti dari masing-masing kalimat yang diucapkan. Hanya mantra, tidak ubahnya seperti dukun. Hanya mantra yang diucapkan 99 kali, atau seribu kali untuk mengharapkan sesuatu, tanpa benar-benar meminta, menyebutkan apa sebenarnnya kemauannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian dari kita, hanya mengucapkannya saja mungkin sudah bisa mengalami ekstase yang luar biasa. Namun bagi sebagian dari kita yang lain, mengucapkannyaa saja tidak memberi arti apa-apa. Hal ini karena setiap manusia diciptakan berbeda dan pencapaian spiritual setiap manusia pun berbeda-neda antara satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir tidak cuma Subhanalloh, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Ilalloh, dan Allhu Akbar saja. Ketika kita termenung, mencoba memahami permasalahan hidup kita, dengan mencoba memahami apa maksud-Nya dengan semua ini, kita sudah berdzikir. Begitu juga ketika kita termenung, mencoba memahami permasalahan hidup yang sedang kita hadapi, mencoba menangkap apa maksud-Nya dengan memberi kita cobaan yang sedang kita hadapi, itu juga berdzikir. Begitu juga ketika kita sedang menikmati keindahan ciptaan-Nya, tanpa berucap Subhanalloh-pun, kita sudah berdzikir jika kita mengingat Alloh pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hal yang tidak kalah penting, namun seringkali kita lalai adalah pentingnya pemahaman mengenai arti dari masing-masing kalimat toyyibah tersebut. Sering kali kalimat-kalimat itu hanya Cuma sekedar ucapan saja. Hanya sekedar pemanis bibir, tanpa benar-benar menghayati, ataupun memahami arti dan makna sesungguhnya dari masing-masing kalimat tersebut. Berikut ini ada sedikit mengenai makna dari kalimat-kalimat tersebut.&lt;br /&gt;Subhanalloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diartikan secara bahasa, berarti Mahasuci Alloh, namun bermakana bahwa Alloh itu Mahasuci diatas segalanya. Alloh itu Cuma satu-satunya yang benar-benar suci, dan sumber dari semua kehidupan, memiliki kesucian yang selamanya akan suci dan tidak akan pernah bisa terkotori oleh apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “suci” dalam kalimat ini berarti lebih dari sekedar “suci” dalam arti harfiah. Namun juga suci, murni dalam hal ruhiah. Artinya, jika roh manusia, itu suci – secara manusia adalah makhluk yang paling sempurna – maka Alloh lebih suci, the essence of all essences of life in this world or the after, dan secara lahiriah, serta ruhiah sama sekali berbeda dengan segala yang ada di dunia ini. Atau dengan kata lain, bisa diartikan bahwa jika segala yang ada di dunia ini adalah “kotor”, maka Alloh satu-satunya yang terbebas dari apapun yang mengotori dunia ini, dan Alloh-lah satu-satunya yang “suci” beserta singasana-Nya.&lt;br /&gt;Alhamdulillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, segala puji bagi Alloh. Tidak ada satupun yang patut dipuji, dicintai, diagungkan melebihi Alloh SWT apalagi disembah. Kalimat ini merupakan salah satu bentuk pengungkapan rasa cinta kita kepada Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fitrah, kita sebagai manusia ketika mencintai sesuatu, atau seseorang, kita akan cenderung untuk memujinya. Dan kadang kala ketika kecintaan itu sudah akut dan begitu kental, kita akan menjadi terobsesi, mencintainya dengan berlebihan, yang semuanya itu berawal dari pujian. Jika sudah begitu, lebih parah lagi akan menjerumuskan kita menjadi mengkultuskan seseorang yang kita puja dan kita cintai itu, melakukan semua yang dimintanya tanpa pertimbangan akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau menjadi syirrik karena saking cintanya, sampai-sampai meminta pertolongan atau menyembah yang dicintai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sebagai umat Islam, tentunya mencintai Nabi Muhammad SAW jadi kita bersholawat kepadanya. Maka sebagai wujud dari kecintaan kita kepada Alloh, kita tidak memuji selain-Nya dengan berlebihan. Karena Alloh-lah satu-satunya yang patut untuk dipuji tanpa ada satu batasan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segala sesuatu selain Alloh” disini tidak hanya sebatas seseorang, atau suatu benda. Bisa juga “sesuatu” ini berupa satu sistim atau paham – seperti kapitalisme, evolusi (darwinisme), moneterisme, demokrasi, dan lain sebagainya – atau bisa juga berupa uang atau harta dunia yang fana. Dan lagi-lagi karena kecintaannya itu, sampai-sampai dibela dengan mati-matian, dengan menghalalkan segala cara. Meskipun seiring dengan berjalannya waktu telah terbukti kecacatannya, kelemahannya, dan keabsahannya sebagai pijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dianalogikan, karena kecintaannya, batu yang licin atau tajam tetap dipakai sebagai pijakan, meski terlihat ada batu lain yang lebih kokoh dan aman untuk dipakai sebagai pijakan.&lt;br /&gt;Laa Ilaaha Ilalloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada tuhan selain Alloh. Namun kata “Illah” dalam kalimat tersebut tidak semata berarti “Tuhan”. Dalam terminologi bahasa Arab, ada kata Illah berarti tuhan yang “the ultimate one”. Ada kata lain dalam bahasa Arab yang juga bisa diartikan sebagai “Tuhan”, yaitu kata “Rabb” atau “Rabbil” seperti dalam kalimat “Alhamdulillahirobbil Alamiin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa jahiliyah, banyak diantara penyembah berhala yang menolak untuk mengucapkan kalimat Syahadat karena konsekuensi menyebut Allah sebagai Illah adalah sangat berat. Mereka tidak lagi bisa menuhankan, mengidolakan, memuja, atau mencintai selain Alloh, melebihi Alloh sendiri, dan mereka harus meninggalkan agama dan tradisi lama yang selama ini mereka jaga. Hal ini harus benar-benar kita sadari, karena kenyataan di sekitar kita sampai saat ini, masih banyak umat Islam yang masih belum bisa menempatkan Alloh sebagai “Illah”. Masih banyak diantara kita yang masih menempatkan Alloh sebagai “Rabb” saja. Masih banyak diantara kita yang masih memelihara tradisi-tradisi yang sebenarnya berseberangan dengan syariah. Sebut saja seperti kejawen, haul, ruwatan, selametan, atau tradisi lain yang sebenarnya itu bid’ah yang nabi sendiri tidak pernah mengajarkannya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lagi-lagi hal ini berawal dari kecintaan yang berlebihan terhadap sesuatu selain Aloh. Dan dengan kata lain, percuma jika kita berdzikir, tetapi masih mengamalkan semua itu. Percuma juga kita ibadah dalam hidup ini jika Illah kita bukan Alloh.&lt;br /&gt;Allohu Akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Mahabesar. Besar dalam arti harfiah, lahiriah, ataupun besar sebagaimana kita menyebut seseorang yang berjasa sebagai orang besar. Namun dalam hal ini konteks “besar” sudah pada level yang sama sekali berbeda. Jauh diatas  melampaui konteks “kebesaran” yang bertebaran di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari fungsinya, kalimat Allahu Akbar itu memiliki fungsi yang mirip dengan kalimt “banzai” dalam bahasa Jepang, namun dalam tataran dan level yang sama sekali berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada sesuatu yang besar menghadang dalam menjalani kehidupan, sesuatu yang lebih dari sekedar batu sandungan dalam hidup ini, kita harus ingat, bahwa ada yang lebih besar dari semuanya. Sesuatu yang lebih besar, yang mampu dan punya kuasa untuk membuat segalanya terjadi. Maka kepada-Nya yang Mahabesar-lah kita kembalikan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun ketika kita sedang down, harus kita sadari bahwa ada sesuatu yang Mahabesar, dan karena ke-Mahabesaran-Nya itu, hanya Dia yang bisa menolong kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahabesar, dan karena kebesarannya, semua yang ada akan terlihat kecil dihadapannya. Bahkan bukan hanya terlihat, namun juga menjadi benar-benar kecil dihadapan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan jika dibandingkan dengan-Nya, dengan salah satu ciptaan-Nya saja kita masih sangat kecil. Lalu hanya karena merasa sedikit beruntung, ada diantara kita lantas menjadi sombong. Hanya karena mejadi sedikit lebih besar, atau lebih tinggi derajatnya dihadapan orang lain, kita seringkali lupa dan akhirnya menjadi sombong. Lantas apa hak kita untuk sombong dihadapan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita ingat, ketika iblis diusir dari surga krena kesombongannya? Tidakkah kita ingat karena kesombongannya itu pula, iblis dilaknat Alloh SWT sampai hari pembalasan nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdzikir bisa memberikan kedamaian di dalam hati kita. Namun tentu saja jika kita memahami makna dari tiap kata yang diucapkan ketika berdzikir. Dan hanya ketika itu pula kita bisa merasakan kenikmatan dalam berdzikir. Rasanya seperti kenikmatan yang kita rasakan ketika mengingat orang yang kita cintai, namun dalam taraf yang lebih tinggi, dan lebih syahdu. Karena yang kita cintai dan kita lamunkan kala itu adalah the ultimate one, yang memang jauh lebih tinggi dari sekedar “seseorang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir juga berfungsi sebagai media pengendalian diri serta untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Ketika kita merasa kurang bersemangat, stress karena permasalahan hidup, kita teriakkan “Allohu Akbar” dari dalam lubuk hati yang paling dalam, untuk membakar semangat, menjaga kita agar tidak jatuh ke dalam jurang keterpurukan. Ketika kita terpukau, terperana oleh keindahan ciptaan-Nya, kita mengucapkan “Subhanalloh” dan “Alhamdulillah” agar kita senantiasa terjaga, dan akan selalu ingat bahwa semua ini adalah fana, dan bagaimanapun indahya, tetap merupakan ciptaan Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita marah, atau sedang bersedih, dengan berdzikir pula kita bisa lebih mengendalikan diri kita agar jangan sampai dikendalikan oleh amarah atau perasaan negatif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang seringkali kita lalai adalah bahwa tidak ada batasan dalam dzikir, berapa kalipun banyaknya, berapa seringpun kita ucapkan. Adakalanya kita terlalu fokus kepada kuantitas dzikir kita. Kita hanya mengejar jumlah tertentu yang harus diucapkan dalam satu hari. Kita menjadi terjebak dalam ibadah dzikir yang kosong, tanpa makna. Hanya satu ritual yang dilakukan berkali-kali dengan membaca mantra yang disebut “dzikir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berdzikir yang paling penting adalah kualitas. Yang paling penting adalah penjiwaan dan penghayatan atas kehadiran Alloh. Karena sesungguhnya esensi dari dzikir itu sendiri adalah mengingat Alloh, merenungkan kebesaran-Nya, dan kefanaan kita sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal lagi yang sering kita lalai adalah bahwa Alloh itu Mahamendengar, jadi tidak perlu pengeras suara untuk berdzikir. Dzikir adalah ibadah yang bersifat intim dan personal antara Alloh dan masing-masing dari diri kita. Sama seperti halnya dengan Qiyamullail atau sholat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara berdzikirpun tidak hanya dengan mengucapkan kalimat toyyibah. Ketika kita menyendiri, merenung sendiri, tenggelam dalam alam pikiran kita dengan merenungkan keberadaan kita, Alloh, dan alam semesta, serta ketika kita merenungkan tentang kefaaan kita, maka hal itu juga termasuk dalam dzikir. Karena esensi dari ibadah dzikir adalah mengingat Alloh dan segala kebesaran-Nya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wallohua’lam bisshowb.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-683192770185466026?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/683192770185466026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/05/dzikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/683192770185466026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/683192770185466026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/05/dzikir.html' title='Dzikir'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-7337479957634530640</id><published>2009-04-26T22:22:00.001-07:00</published><updated>2009-04-26T22:22:33.513-07:00</updated><title type='text'>Do it for a reason (tentang ikhlas, doa, hajat, dan turunannya)</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu saya membaca blog dari seorang kawan yang isinya tentang ikhlas, dan dengan judul yg sama dengan apa saya tulis di sini. Ada satu kalimat yg saya rasa kurang tepat. Dan saya ingin mengomentari kalimat itu, dan juga semoga apa yg saya sampaikan ini bermanfaat bagi saudaraku sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu semua orang tahu apa itu ikhlas. Namun apakah salah jika kita beribadah untuk mengharapkan sesuatu dari Alloh? Apakah salah jika kita berinfak atau bershodakoh karena mengharapkan Alloh mau menjaga harta kita, dan mengharap agar Alloh memberi kita rizki yg lebih banyak? Atau dengan kata lain, apakah salah jika berharap doa kita kan lebih cepat terkabul melalui ibadah lain?  Tentu tidak salah kawan. Karena ikhlas adalah melakukan sesuatu semata karena Alloh. Dan jika kita mengahrapkan sesuatu dari-Nya, tentu tidak mengapa. Bahkan Alloh sendiri menganjurkannya. Alloh suka kepada hambaNya yg senantiasa meminta kepadaNya. Atau dengan kata lain, Alloh suka dengan hambaNya yg suka berdoa kepadanya. Karena Doa sendiri adalah ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad Yusuf Mansur dalam salah satu bukunya menyampaikan bahwa jika memiliki hajat / keinginan, kita diperbolehkan untuk memintanya kepada Alloh dengan media sholat, doa, ataupun shodakoh, dan tentu saja dengan dibarengi dengan usaha. Saya pernah mendengar komentar begini, “kalo ibadah ya ibadah aja, ndak usah pake minta-minta yg macem-macem. Itu namanya sampeyan ndak ikhlas ibadahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho ya!?,… itu komentar dari mana, dasarnya juga apa. Lhawong Alloh sendiri menyukai hambanya yang meminta kepada-Nya kok ini ada komentar semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kawan, selama kita melakukan ibadah, atau hal lain karena selain Alloh, baru itu bisa disebut sebagai “tidak ikhlas”. Jadi, do it for a reason, and let the reason be your God. Even though if you meant something back from God. Sekarang, ketika kita beribadah bukankah mengharap sesuatu? Bukankah kita mengharap Surga Alloh? Jika tidak ada reward berupa Surga, dan ancaman berupa Neraka, apakah kita masih akan beribadah kepada Alloh? Kecuali jika kita sudah mencintai Alloh dengan tanpa syarat (seperti para kaum sufi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya, jika kita dan jin diciptakan untuk beribadah kepada Alloh SWT, sebagaimana yg tertulis dalam surat Adz Dzaariyat ayat 56[i], dan jika meminta sesuatu kepada Alloh adalah ibadah, maka mengapa tidak? So do it for a reason, and let the reason be your God. Even though if you meant something back from God. Even though you want something back for a return.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam syariah Islam diatur tata cara berdoa. Karena syariah mengatur hubungan antara manusia dengan Alloh, dan doa merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan Alloh. Dalam syariah dikatakan jika kita ingin doa kita lebih cepat dikabulkan, maka harus diiringi dengan ibadah lain untuk merayu Alloh. Dan Alloh sendiri  memerintahkan kita untuk berdoa kepadaNya lewat firman-Nya pada surah Al Mukminun (40) ayat 60 “Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[ii] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa sendiri dalam hidup ini memiliki fungsi untuk mengkomunikasikan kepentingan manusia kepada Alloh SWT, apapun kepentingan itu. Entah kepentingan yg berhubungan dengan dunia, maupun akhirat. Dengan doa, kita menyampaikan keluhan-keluhan kita, mengadukan permasalahan dan problematika kehidupan yg sedang kita hadapi. Dan sesungguhnya Allah SWT merasa malu jika tidak mengabulkan permohonan seorang hamba-Nya yang mengadahkan tangannya dengan khusuk dan khidmat pada saat dia berdoa kepada Alloh. Rosululloh SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Alloh merasa sagat malu kepada hamba-Nya ketika hamba-Nya mengadahkan kedua tangan-Nya (berdoa), memohon yg baik, (Alloh merasa malu) mengembalikannya dalam keadaan hampa” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila kamu memohon kepada Alloh, wahai manusia, maka mohonlah dengan yakin bahwa Alloh pasti kan menerima doamu. Karena sesungguhnya Alloh tidak akan menerima doa hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya yang timbul dari hati yang lalai” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jelaslah sudah jika kita beribadah, melakukan kebaikan karena ingin doa kita dikabulkan, maka hal itu tidaklah salah. Selama doa dan keinginan kita tidak datang dari hati yg lalai. Selama doa dan keinginan kita itu tidak bertujuan untuk bermaksiat kepada Alloh  SWT.  Dan cara-cara beribadah yg memang bertujuan agar hartanya dilindungi, atau agar hajatnya terkabul tidaklah salah. Bahkan doa atau keinginan yang disampaikan dengan cara ini memiliki fungsi yang lain seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Orang yg selalu membasahi bibirnya dengan doa dan dzikrullah, maka ia akan memperoleh ketenangan dan kedamaian dalam hatinya. Tidak mudah dihinggapi perasaan susah ketika ditimpa musibah serta tidak mudah putus asa dalam mengahadapi realita hidup. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” {QS. Ar Ra’d(13) ayat 28}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Orang yg selalu berkomunikasi dengan Alloh SWT melalui doa, maka ia akan sealu diperhatikan oleh Alloh. Logikanya, jika anda memiliki 1000 orang anak buah, maka bukankah anda akan selau memperhatikan anak buah anda yang paling sering berkominukasi dan berinteraksi dengan anda? Sama halnya kita dengan Alloh. Dan doa adalah medianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist qudsi Rosululloh SAW menjelaskan: “Alloh SWT berfirman: Aku bersama hamba-Ku, selama dia mengingat Aku, dan selama kedua bibirnya bergerak menyebut-Ku (berdoa)” (HR. Ahmad, dari Jabir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Orang yg selalu beribadah dan berdoa, akan menjadi orang yg kaya jiwanya dan terhindar dari keadaan fakir (dicukupkan semua kebutuhannya). Disebutkan dalam sebuah hadist qudsi: “Rosululloh bersabda: Alloh berfirman: Wahai manusia, luangkan waktumu untuk beribadah (berdoa) kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhkan dadamu dengan kekayaan hati, dan aku akan menutupi kefakiranmu. Jika tidak kamu lakukan itu (tidak mau berdoa), maka akan aku penuhkan kedua tanganmu dengan kesibukan dan aku tidak akan meutupi kefakirannmu.” (HR. Thirmizi dari Abu Hurairah RA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kita tilik lebih dalam makna dari hadist di atas, jika seseorang tidak pernah mau untuk beribadah ataupun berdoa, ataupun beribadah untuk berdoa, maka dalam hidupnya dia tidak akan merasa cukup dengan segala yang dia dapatkan. Sekalipun hidupnya bergelimang dengan harta, dan Alloh akan semakin menyibukkan dia dengan kesibukan duniawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “fakir” yg dimaksud dalam hadist qudsi diatas memiliki arti fakir dalam harta, maupun merasa fakir meski hidupnya bergelimang harta. Atau dalam kata lain selalu merasa kurang dengan apa yg didapatnya dan kurang bisa bersyukur atas nikmat Alloh yg dia dapatkan. Kata “fakir” dalam hadist qudsi diatas juga bisa diartikan sebagai “kesusahan” atau “permasalahan”, atau bisa juga “cobaan”. Jadi kalimat “…Aku akan penuhkan dadamu dengan kekayaan hati, dan aku akan menutupi kefakiranmu.” Juga bisa diartikan bahwa Alloh akan memenuhi dada kita dengan iman yg lebih kokoh, serta semua kesusahan atau cobaan yg ditimpakan kepada kita akan diringankan oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” {Surah Az Zuhruuf(43) ayat 36 sampai 37. Begitu pentingnya kedudukan doa dalam hidup kita, karena sesungguhnya doa itu sendiri merupakan intisari dari semua ibadah kita kepada Alloh SWT. Bukan sebaliknya. So do it for a reason, and let the reason be your God. Even though if you meant something back from God. Even though you want something back for a return. Because “it” is also a pray, and praying is the essence of all of “it”[iii]. Wallohua’lam Bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Arudatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalesveva_2005@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://arudatu.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D’Etuva Spaghetti n Pasta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[i] Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz Dzaariyat ayat 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ii] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[iii] “it” disini berarti ibadah lain selain doa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-7337479957634530640?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/7337479957634530640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/do-it-for-reason-tentang-ikhlas-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/7337479957634530640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/7337479957634530640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/do-it-for-reason-tentang-ikhlas-doa.html' title='Do it for a reason (tentang ikhlas, doa, hajat, dan turunannya)'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-3236232599753971882</id><published>2009-04-26T22:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T22:21:41.263-07:00</updated><title type='text'>Smile 2</title><content type='html'>  &lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Apa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;perasaan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;anda&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;anda&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bertemu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berinteraksi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bermuka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masam&lt;/span&gt;? &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Bagaimana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;perasaan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;anda&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bertemu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seseorang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hidupnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;selalu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menebarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;senyum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;setiap&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kesempatan&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Tentu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;senang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berjumpa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang-orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;senantiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersenyum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tulus&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Raut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;muka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang-orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersenyum&lt;/span&gt; pun, &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terlihat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;cerah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;awet&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;muda&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Bahkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rosululloh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sendiri&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mendapat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;peringatan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Alloh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bermuka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masam&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;meski&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berhadapan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;buta&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Meski&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dihadapan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;muka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;cemberut&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Hal &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terekam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hadist&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;surah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Abasa&lt;/span&gt; (80) &lt;span class="SpellE"&gt;ayat&lt;/span&gt; 1 &lt;span class="SpellE"&gt;sampai&lt;/span&gt; 11.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;“ &lt;span class="SpellE"&gt;Dia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt; (Muhammad) &lt;span class="SpellE"&gt;bermuka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berpaling&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="file:///E:/datoex/bligblog/Smile%202.htm#_edn1" name="_ednref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;buta&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepadanya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="file:///E:/datoex/bligblog/Smile%202.htm#_edn2" name="_ednref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[ii]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Tahukah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;barangkali&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ingin&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;membersihkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dirinya&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dosa&lt;/span&gt;), &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dia&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;ingin&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;mendapatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pengajaran&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pengajaran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memberi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;manfaat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepadanya&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Adapun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dirinya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;serba&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;cukup&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="file:///E:/datoex/bligblog/Smile%202.htm#_edn3" name="_ednref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[iii]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;melayaninya&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Padahal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;celaan&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;atasmu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kalau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;membersihkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diri&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;beriman&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt; Dan &lt;span class="SpellE"&gt;adapun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepadamu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bersegera&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mendapatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pengajaran&lt;/span&gt;), &lt;span class="SpellE"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;takut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; (Allah), &lt;span class="SpellE"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengabaikannya&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Sekali&lt;/span&gt;-kali &lt;span class="SpellE"&gt;jangan&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;demikian&lt;/span&gt;)! &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Sesungguhnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ajaran-ajaran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;suatu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;peringatan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; “&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Kawan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;bukankah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;cerah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mukanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ikut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terhibur&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Dan &lt;span class="SpellE"&gt;bukankah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang-orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bermuka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;cerah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;selalu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terlihat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;muda&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;umur&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebenarnya&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Bukankah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terlihat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;awet&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;muda&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Lalu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kenapa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mencoba&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sabar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersenyum&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Kenapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;begitu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;egois&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seseorang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mudah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;marah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bermuka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masam&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Ingat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kawan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Rosul&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diberi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;teguran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Alloh&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;semestinya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengikuti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bermuka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masam&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Rosul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orangnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ramah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;senyum&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;semestinya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengikuti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ramah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lemah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lembut&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Kawan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;salah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Asmaul&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Husna&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; Yang &lt;span class="SpellE"&gt;Maha&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Lemah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Lembut&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Alloh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menyukai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hamba-Nya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bersikap&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lemah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lembut&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Senyum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merupakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedekah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tulus&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terseyum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hati&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hadapi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;senang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kehadiran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Dia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dihargai&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mempunyai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masalah&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Insyaalloh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedikit&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terangkat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bebannya&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mendapat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pahala&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Alloh&lt;/span&gt; SWT. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Sedekah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;penolak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bala&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;penyubur&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pahala&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;melipatgandakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;rezeki&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;i style=""&gt;sebutir&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;benih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menumbuhkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tujuh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bulir&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tiap-tiap&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bulir&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terjurai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seratus&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;biji&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Kawan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;kebahagiaan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sesugguhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hati&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Meski&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berlimpah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;harta&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hati&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tenang&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hidup&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tenang&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Hidup&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;senantiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;susah&lt;/span&gt;. &lt;span class="GramE"&gt;Dan &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bersikap&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ramah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;senyum&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sendirinya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;melatih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diri&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sendiri&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ikhlas&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sabar&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;demikian&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;susah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;meski&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;permasalahan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kerap&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menerpa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Karena&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hidup&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;mustahil&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengalami&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;permasalahan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Sebaliknya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sering&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengumbar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;marah&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;bermuka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masam&lt;/span&gt;, &lt;i style=""&gt;cool&lt;/i&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bersikap&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kurang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ramah&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengalami&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;permasalahan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;betapa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sepele&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berat&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Akan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;silih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berganti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;henti&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hidup&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;susah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span class="GramE"&gt;Kita &lt;span class="SpellE"&gt;tentu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mendengar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;suka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;melebih-lebihkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;permasalahan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Dan &lt;span class="SpellE"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tilik&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;orang-orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;macam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pasti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orangnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pemarah&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terlihat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tua&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Maka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pendapat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersenyum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jauh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kesusahan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hidup&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;jauh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; stress, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;senantiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tenang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hatinya&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Selain&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersenyum&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;senan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;optimis&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ikhlas&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;tubuh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jauh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;awet&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;muda&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Demikian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebaliknya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Kawan&lt;/span&gt;, &lt;i style=""&gt;minds controls the body and soul&lt;/i&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Kalo&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pikiran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;senantiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;positif&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;selalu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersenyum&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tubuh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jiwa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;senantiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sehat&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Wallahua’lam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Bisshowab&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;By: &lt;span class="SpellE"&gt;Arudatu&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;a href="mailto:jalesveva_2005@yahoo.com"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;jalesveva_2005@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;a href="http://arudatu.blogspot.com/"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;http://arudatu.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;D’Etuva&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; Spaghetti n Pasta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportEndnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="edn1"&gt;  &lt;p class="MsoEndnoteText"&gt;&lt;a style="" href="file:///E:/datoex/bligblog/Smile%202.htm#_ednref1" name="_edn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;Dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;suatu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;riwayat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dikemukakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;firman&lt;/span&gt; Allah S.80:1 &lt;span class="SpellE"&gt;turun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berkenaan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Ummi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Maktum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;buta&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; saw. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;sambil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berkata&lt;/span&gt;: "&lt;span class="SpellE"&gt;Berilah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;petunjuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepadaku&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt;." &lt;span class="SpellE"&gt;Pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; saw. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;sedang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menghadapi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;para&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pembesar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kaum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;musyrikin&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Quraisy&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;sehingga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berpaling&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;daripadanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tetap&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengahadapi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pembesar-pembesar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Quraisy&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Ummi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Maktum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berkata&lt;/span&gt;: "&lt;span class="SpellE"&gt;Apakah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;katakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengganggu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;tuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;?" &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjawab&lt;/span&gt;: "&lt;span class="SpellE"&gt;Tidak&lt;/span&gt;." &lt;span class="SpellE"&gt;Ayat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; (S.80:1-10) &lt;span class="SpellE"&gt;turun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;teguran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;atas&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;perbuatan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; saw. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;i&gt;(&lt;span class="SpellE"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;oleh&lt;/span&gt; at-&lt;span class="SpellE"&gt;Tirmidzi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; al-Hakim &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bersumber&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; '&lt;span class="SpellE"&gt;Aisyah&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;i&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; pula &lt;span class="SpellE"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Ya'la&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bersumber&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Anas&lt;/span&gt;.)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="edn2"&gt;  &lt;p class="MsoEndnoteText"&gt;&lt;a style="" href="file:///E:/datoex/bligblog/Smile%202.htm#_ednref2" name="_edn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(31, 73, 125);"&gt;[ii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;Orang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gensmall"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;buta&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bernama&lt;/span&gt; Abdullah bin &lt;span class="SpellE"&gt;Ummi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Maktum&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Dia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;s.a.w&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;meminta&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ajaran-ajaran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tentang&lt;/span&gt; Islam; &lt;span class="SpellE"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;s.a.w&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;bermuka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berpaling&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;daripadanya&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menghadapi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pembesar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Quraisy&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pengharapan&lt;/span&gt; agar &lt;span class="SpellE"&gt;pembesar-pembesar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masuk&lt;/span&gt; Islam.&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Maka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;turunlah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebagi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;teguran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;s.a.w&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="edn3"&gt;  &lt;p class="MsoEndnoteText"&gt;&lt;a style="" href="file:///E:/datoex/bligblog/Smile%202.htm#_ednref3" name="_edn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(31, 73, 125);"&gt;[iii]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;Yaitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span class="gensmall"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pembesar-pembesar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Quraisy&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dihadapi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;s.a.w&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;yg&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diharapkannya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masuk&lt;/span&gt; Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gensmall"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt; if (!document.layers) document.write('&lt;div id="menu" style="position:absolute"&gt;') &lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-3236232599753971882?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/3236232599753971882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/smile-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/3236232599753971882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/3236232599753971882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/smile-2.html' title='Smile 2'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-5953106774377299645</id><published>2009-04-15T19:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T19:53:19.787-07:00</updated><title type='text'>Mismatching Management (Management Ketidakcocokan)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam hidup ini, kita sebagai manusia sering kali merasa tidak sependapat dengan orang lain, tidak cocok dengan seseorang, serta kadang tersinggung atas pendapat atau pernyataan orang lain. Jika sudah begini, kita &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; dihadapkan pada dua pilihan. Menuruti ego dan emosi, atau kembali pada hati, menatanya agar bisa dingin lagi, untuk menghindari konflik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Pilihan pertama, butuh tenaga yang tidak sedikit, namun butuh waktu yang relative singkat. Perlu segenap tenaga yang ada pada jiwa dan raga untuk dikerahkan, untuk memenuhinya. Sudah begitu, ada efek samping yang tidak diinginkan. Mulai sakit hati, gangguan kesehatan, stress, kehilangan harta, bahkan nyawa, dan satu efek yang nyata namun jarang disadari, mengerasnya hati, mengeruhkan nurani. Namun entah mengapa kita sering kali memilih pilihan yang pertama ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Pilihan kedua, butuh tenaga yang lebih sedikit namun butuh waktu yang agak lama untuk membiasakan diri. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1239849772_0"&gt;Hanya&lt;/span&gt; perlu menahan diri, ingat pada Alloh SWT, serta menata hati dan pikiran. Efek sampingnya pun, bukan hal-hal yang negatif. Seiring berjalannya waktu, kita &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; mendapatkan kedamaian dalam hati kita. Masalah apapun yang menghadang juga &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; terasa ringan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Jika kita berhubungan dengan seseorang di dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam hubungan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1239849772_1"&gt;rumah tangga&lt;/span&gt;, atau persahabatan, tentu ada kalanya kita tidak bisa menerima pendapat, tingkah polah, atau pernyataan orang-orang di sekitar kita. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; kalanya kita cocok, namun ada kalanya pula kita tidak cocok dengan seseorang. Permasalahannya adalah, pilihan mana yang kita ambil ketika kita tidak cocok dengan seseorang?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tentunya jika kita bijak, kita &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; memilih pilihan yang kedua. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1239849772_2"&gt;Kita&lt;/span&gt; bisa menata hati dan pikiran kita, selalu ingat pada Alloh, serta menahan diri. Kita punya diri kita sendiri, kita punya cara kita masing-masing untuk menata hati kita yang masing-masing dari kita lebih tahu bagaimana cara yang paling jitu. Namun ada suatu rumus paten dalam management konflik, atau ketidakcocokan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Yaitu, &lt;i&gt;try to accept things the way they are.&lt;/i&gt; Cobalah menerima keadaan apa adanya. Paksakan diri kita untuk menyesuaikan dengan keadaan. Jangan terlalu memaksakan keadaan sekitar kita untuk menyesuaikan dengan keadaan diri dan kemauan kita. Sebagai contoh, dalam rumah tangga. Kita tidak suka suami atau istri kita berkata kasar, atau mengungkit kesalahan di masa lalu. Ya sudah, ketika itu terlanjur terjadi, yang bisa kita lakukan adalah saling menahan diri untuk marah. Ketika amarah sudah reda, komunikasikan dengan baik dan dengan tuturkata yang baik. Saling memahami, dan menerima apa adanya. Saling mencoba untuk merubah diri masing-masing untuk menjadi seseorang yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kedua, &lt;i&gt;good relationship, begins with good communications.&lt;/i&gt; Dalam berhubungan dengan manusia lain, selalu komunikasikan apa yang ada dalam benak kita kepada orang di sekitar kita dengan bahasa yang baik dan santun. Komuikasikan apa yang menjadi ganjalan di dalam hati kita kepada orang-orang di sekitar kita, agar kita bisa saling mengerti satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Ketiga, &lt;i&gt;anger is addicting, don’t ever try to let it out of your system so easily.&lt;/i&gt; Ketika kita marah, semakin kita turuti, maka amarah kita pun semakin menjadi, karena nafsu amarah itu seperti candu. Dan sebagaimana kata Rasululloh, &lt;i&gt;“seorang mukmin yang kuat adalah yang bisa menahan diri ketika dia marah”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Keempat, &lt;i&gt;keep trying to be a better person. &lt;/i&gt;Sebagaimana intisari surah Al Ashr ayat 1 sampai 3 yang dinyanyikan oleh &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1239849772_3"&gt;Raihan&lt;/span&gt; dalam lagunya yang berjudul “Demi Masa”. Sadari kekurangan-kekurang an kita, dan perbaiki terus menerus. Karena hidup ini hanya sekali, dan hidup ini adalah serangkaian proses pembelajaran yang panjang. Dan manusia sempurna adalah yang selalu berusaha untuk menjadi seorang hamba Allah yang lebih baik dari waktu ke waktu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Ikhwanu fiddiin rahimahulloh, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;dalam berhubungan dengan orang lain, apalagi dalam berumah tangga, akan sangat indah dan menyejukkan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1239849772_4"&gt;jika tidak&lt;/span&gt; ada nafsu amarah yang diumbar. Dalam hidup berumah tangga, meski sudah hidup berpuluh tahun bersama, bukan tidak mungkin jika kita masih sering cekcok dengan orang yang kita cintai. Entah itu karena kita memang tidak memahami istri atau suami kita, atau memang karena kita yang terlalu egois, yang tidak pernah mau tahu dan taidak pernah mau mencoba untuk memahami orang yang kita sayangi. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Wallohua’lam bisshowab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;By: Arudatu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:jalesveva_2005@yahoo.com" target="_blank" href="mailto:jalesveva_2005@yahoo.com"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1239849772_5"&gt;jalesveva_2005@ yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://arudatu.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;http://arudatu. blogspot. com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;D’Etuva Spaghetti n Pasta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-5953106774377299645?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/5953106774377299645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/mismatching-management-management.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/5953106774377299645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/5953106774377299645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/mismatching-management-management.html' title='Mismatching Management (Management Ketidakcocokan)'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-3299919249160482897</id><published>2009-04-14T19:36:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T20:07:27.078-07:00</updated><title type='text'>Smile</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMICROS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arial Unicode MS"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:none; 	mso-hyphenate:none; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Arial Unicode MS"; 	mso-font-kerning:.5pt;} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:6.0pt; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:none; 	mso-hyphenate:none; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Arial Unicode MS"; 	mso-font-kerning:.5pt;} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-parent:""; 	color:navy; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:2.0cm 2.0cm 2.0cm 2.0cm; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1; 	mso-footnote-position:beneath-text;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Senyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;beberapa waktu yg lalu saya menjumpai seseorang yg sedikit banyak mengingatkanku pada diriku di masa lalu. Pasti semua yg mengenalku tentu tahu jika saya ini orangnya pemarah dan kaku. Dan karena sifat itu, saya juga jadi sosok orang yang jarang tersenyum. &lt;i&gt;Cool &lt;/i&gt;kalo kata orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Seiring berjalannya waktu, saya menyaadari kalau Rasululloh sama sekali bukan orang yg &lt;i&gt;cool &lt;/i&gt;atau dingin. Justru sebaliknya. Justru orang-orang yg getol memusuhi Islam lah yg memiliki penampilan dingin. Bahkan seorang algojo atau juru penggal dalam Islam pun (dalam pelaksanaan hukum syari'ah), orang-orangnya murah senyum. Tidak seperti imej yang digambarkan oleh dunia barat. Sama sekali tidak. Karena algojo merupakan pekerjaan untuk orang-orang pilihan. Orang-orang yang benar-benar mampu untuk menata hati dan pikirannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Seiring dengan berjalannya waktu pula, saya belajar untuk lebih banyak tersenyum dan bersabar. Saya menyadari jika &lt;i&gt;cool &lt;/i&gt;itu tidak dianjurkan dalam syari'ah. Sunnah Rasululloh adalah untuk banyak tersenyum. Senyum juga merupakan sedekah. Karena dengan kita tersenyum, orang lain yang melihat kita juga merasa senang. Mereka &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; merasa lebih dihargai jika senantiasa melihat kita tersenyum ketika berinteraksi dengan mereka. Saya juga tidak mau disamakan dengan musuh-musuh Islam yang senantiasa mempertahankan ke-&lt;i&gt;cool&lt;/i&gt;-an mereka. Toh &lt;i&gt;cool&lt;/i&gt; itu menguras tenaga. Kenapa musti mati-matian dipertahankan? Seseorang yang kukenal sampai memiliki penyakit sesak nafas karena mempertahankan ke-&lt;i&gt;cool-&lt;/i&gt;annya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Seseorang yang berpenampilan kurang menarik (jelek fisiknya), jika dia banyak tersenyum, dia &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; terlihat menarik. Kehangatan pribadinya terpancar dari ekspresi mukanya yang selalu cerah ceria. Dalam pelatihan awal sebelum pengkaderan dalam Hizbuth Tahrir, ada aturan yang harus dilaksanakan oleh para pesertanya. Yaitu 3-3-7, atau 3cm bibir senantiasa ditarik ke samping kiri, 3cm ke kanan, dan 7cm ke atas dan bawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dengan senyum pula saya menyadari jika kita bisa terlihat lebih muda. Foto terbaru saya dengan foto saya 4-7 tahun lalu ketika masih di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; tidak jauh berbeda. Karena semenjak saya biasakan diri untuk tersenyum lebih sering, saya merasa lebih muda. Dulu saya jarang tersenyum, sekarang saya lebih banyak tersenyum. Dan Alhamdulillah saya merasakan sendiri manfaatnya. Baik secara psikologis, maupun secara fisik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saya juga merasa lebih PD atau mungkin sudah dalam taraf narsis, ketika saya sudah lebih banyak dan lebih sering tersenyum. Saya jadi merasa lebih PD untuk berpose di depan kamera, atau bahkan foto box meski wajahku ini tidak ganteng. Meski serem, tapi saya merasa lebih ganteng ketika saya terseyum. Tapi dulu, ketika saya masih &lt;i&gt;cool, &lt;/i&gt;saya tidak begitu suka berfoto. &lt;i&gt;I'm on denial that my face looks older than my age.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dengan membiasakan diri untuk tersenyum dengan sepenuh dan segenap hati yang tulus, kita dengan sendirinya juga melatih diri kita sendiri untuk menjadi lebih ikhlas dan sabar. Jauh dari sikap kaku seperti es. Seorang adikku yang jutek (meski cantik) juga bisa berkurang kekakuannya setelah banyak tersenyum. 5 tahun yang lalu, dia orangnya jutek, gampang naik darah, dan juga bisa dibliang punya hobi marah. Lalu sekarang dia menjadi seorang yang lebih banyak tersenyum, lebih luwes, dan juga lebih menyenangkan. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; satu kepuasan tersendiri ketika kita dengan orang yang kita sayangi bisa sama-sama berubah menjadi lebih baik. Kita menjadi lebih dekat, dan bisa saling menyayangi karena dan untuk Alloh SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sifat mahal senyuman itu dekat dengan sifat kaku. Setali tiga uang dengan nafsu amarah yang meluap-luap dan tidak terkontrol. Sifat-sifat tersebut seperti gunung es yang kaku dan angkuh. Yang kerap kali menyakiti para pelaut arctic dan menenggelamkan kapal mereka. Bahkan menghilangkan nyawa mereka. Dan es tersebut meski angkuh dan kaku, jika sudah terbelah, pecah, maka dia akan hancur. Tidak akan dengan mudah bisa kembali disatukan. Lain halnya dengan air yang dinamis. Dia bisa merobohkan gedung, menghancurkan besi, atau bahkan gunung es atau btu karang sekalipun. Namun jika dipisahkan, dia juga mudah untuk disatukan. Hanya tinggal di tuang dalam satu wadah yang sama. Maka dia sudah menjadi satu lagi. Dan tentunya sifat sabar, ikhlas, dan murah senyum itu seperti air yang menyejukkan dan memberi kehidupan. Dan dari air pula Alloh menciptakan kehidupan, dari air pula Alloh menciptakan awal mula kehidupan. Seperti yang banyak disampaikan Alloh SWT dalam Al Quran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sama seperti sifat mahal senyum, kaku, dan emosional. Jika seseorang menumbuhsuburkan sifat-sifat itu dalam dirinya, dia akan mennghancurkan dirinya sendiri. Baik secara psikologis, maupun secara fisik dari dalam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Secara psikologis, dia bakal menjadi sosok orang yang tidak menyenangkan dan egois. Dan dalam beberapa kasus, menjadi orang yang ditakuti. Dan saya sendiri mengalaminya, saya sendiri menyadari betapa tidak mengenakkannya menjadi orang kaku dan c&lt;i&gt;ool&lt;/i&gt;. Capek, dan juga sangat tidak mengenakkan lagi menjadi orang yang ditakuti, itu jika kita masih memiliki dan memakai hati nurani. Bahkan sampai sekarang, imej itu belum sepenuhnya hilang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Secara fisik, seseorang yang menumbuhsuburkan sifat-sifat itu dalam dirinya, pasti akan mengalami beberapa ganguan kesehatan. Contoh ekstreem bisa kita lihat pada sosok mantan perdana menteri &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Israel&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; yang sekarang fisiknya sudah sakit-sakitan. Bisa juga kita lihat dalam diri mantan presiden Soeharto. Meski di depan publik terlihat murah senyum, tapi nyatanya banyak dari kebijakan-kebijakannya mencerminkan kekakuan dirinya. Beliau sampai akhir hidupnya didera macam-macam penyakit karena sifat-sifat tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jika kita kaku, hormon-hormon yang bersifat positif tidak akan dikeluarkan oleh tubuh dan hormon-hormon yang negatif akan meningkat. Seperti pada postingan saya sebelumnya. Oleh sebab itu dalam ilmu kedoteran terapi secara mental dan psikologis lebih penting daripada terapi fisik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tubuh kita ini sebenarya memiliki hampir semua yang kita butuhkan untuk menjadi lebih sehat dan untuk melawan penyakit yang melanda kita. Dan karena itu, ada juga terapi medis yang memanfaatkan kemampuan tubuh kita untuk melawan penyakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sebagai analogi, banyak perokok yang hidupnya lebih singkat karena memiliki sifat pemarah dan kaku, juga jarang tersenyum. Namun ada juga sekelompok orang yang juga merokok tapi memiliki umur yang lebih panjang, karena memiliki sifat yang pemaaf, sabar, dan tentunya murah senyum. Namun tentu saja hal ini tidak dapat menjadi justifikasi bagi kita untuk meneruskan kebiasaan merokok. Karena bagaimanapun juga merokok tidak baik bagi kesehatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hal yang serupa juga berlaku dalam dunia kerja. Terutama ketika kita bekerja di satu bidang yang memang bersentuhan dengan orang banyak. Kita dituntut untuk bisa luwes dan tentu saja ramah atau dengan kata lain, murah senyum. Karena manusia adalah makhluk sosial, yang hidup dengan manusia-manusia lain, juga dengan fitrah seorang manusia yang menyukai kedamaian, dan keramahan, tentu saja kita dituntut untuk bisa luwes dalam pergaulan dan tidak kaku. Dan karena itu sudah fitrah dari Alloh, tentu dalam prakteknya juga akan membuat kita merasa lebih baik, meski untuk memulainya terkadang terasa berat, karena kita belum terbiasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jadi jika memang sunnah dari Nabi Muhammad seperti itu, lalu mengapa kita tidak mulai untuk membiasakan diri untuk lebih banyak tersenyum dari sekarang? Mengapa kita tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memilih untuk menjadi seperti air? Mengapa malah memilih untuk menjadi seperti karang atau gunung es? Adakah lagi alasan untuk menolak fittrah manusia yang memang sudah baik?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ingat kawan, Islam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah &lt;i&gt;rahmatan lil alamin&lt;/i&gt;, rahmat bagi sekalian alam. Sebagai seorang muslim, kita harus bisa menjadi rahmat bagi sekalian alam. Jika belum bisa, kita mulai dari sekitar kita. Kita mulai dari senyuman untuk orang sekitar kita. &lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;ulai dari sekarang, &lt;span style="color:red;"&gt;M&lt;/span&gt;ulai dari hal yang paling kecil, &lt;span style="color:red;"&gt;M&lt;/span&gt;ulai dari sekitar kita. Jadilah orang yang hangat dan ramah bagi setiap orang. Tidak peduli siapa dia, meski dia orang yang kita benci sekalipun. Kita bukan nabi, tapi nabi juga manusia. Nabi bukan malaikat. Nabi Muhammad adalah panutan kita. Kita bisa mencoba sebisa mungkin untuk menjadi seperti beliau. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Wallohua'lam bisshowab...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;by: Arudatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;a href="mailto:jalesveva_2005@yahoo.com"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;jalesveva_2005@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;D’Etuva Spaghetti n Pasta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-3299919249160482897?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/3299919249160482897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/smile.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/3299919249160482897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/3299919249160482897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/smile.html' title='Smile'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-2691829685916444391</id><published>2009-04-08T00:28:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T00:29:53.570-07:00</updated><title type='text'>maramara2</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Berita untuk penghobi marah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya mengirim postingan tentang bagaimana marah dan control emosi bisa mempengaruhi kesehatan kita, ditilik dari segi hormonal, tekanan darah, dan beberapa aspek terkait. Lalu berikut ini ada satu hasil penelitian yang menarik dari Amerika Serikat (AS) yang masih berkaitan dengan marah dilihat dari segi &lt;i style=""&gt;biorhythm&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;bioelectric&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Baru-baru ini, beberapa peneliti dari Amerika Serikat meneliti tentang ritme jantung, dan bagaimana kemarahan bias mempengaruhi system elektrik jantung. Dr Rachel Lampert dari Yale University di Heaven, Connecticut (AS) bersama koleganya melakukan riset terhadap 62 pasien jantung dengan menggunakan satu sensor untuk jantung yang diletakan ke tubuh mereka yang disebut ICD, yang bisa mendeteksi irama jantung atau yang biasa disebut &lt;i style=""&gt;“arrhythimia”&lt;/i&gt;, yang berfungsi untuk menormalkan detak jantung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dalam riset episode kemarahan pasien dihitung, kemudian tim secara spesifik mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pasien untuk mengingat episode kemarahan mereka. Hasilnya rasa marah bisa meningkatkan ketidakstabilan elektrik pada pasien-pasien yang mengindikasikan irama dan detak jantung yang tidak teratur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Riset juga menunjukkan kemarahan pada taraf tertentu bisa memicu kematian. Setidaknya untuk orang-orang yang memang sudah “hobi” marah dari dulu. Sehingga sering memicu terjadinya “korsleting” atau gangguan listrik pada jantung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jadi, percaya nggak percaya, yang namanya marah itu dapat memperpendek umur seseorang. Jadi ndak sala kalau Rasulullah pernah berkata “&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Laa taghdab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (jangan marah), 3x,… karena arah itu dekat dengan neraka…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Masih tentang marah dan control emosi, berdasarkan riset, orang-orang yang lebih religius dan dekat dengan Tuhan yang diyakininnya, memiliki tingkat stress yang lebih rendah daripada orang-orang yang agnostic, atheist, atau orang-orang yang kurang religius. Namun anehnya, riset tersebut tidak berlaku sepenuhnya bagi orang-orang Yahudi yang tinggal di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Israel&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;, khususnya para serdadu yang biasa menghadapi para mujahid &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Palestine&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;. Tidak peduli seberapa religius mereka, tetapi tingkat stress mereka sangat tinggi. Bahkan akhir-akhir ini kasus kegilaan atau gangguan jiwa di kalangan para serdadu &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Israel&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; seakin meningkat. Khususnya pada periode pasca invasi mereka ke &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Gaza&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; beberapa waktu yang lalu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat bergulat, akan tetapi orang yang kuat itu adalah orang mereka yang dapat menahan hawa nafsunya ketika marah”.&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt; (HR Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;By: Arudatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="mailto:jalesveva_2005@yahoo.com"&gt;jalesveva_2005@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;D’Etuva Spaghetti &amp;amp; Pasta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-2691829685916444391?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/2691829685916444391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/maramara2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/2691829685916444391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/2691829685916444391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/maramara2.html' title='maramara2'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-7952810029245789160</id><published>2009-04-08T00:21:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T00:26:03.763-07:00</updated><title type='text'>maramara</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Marah Sebagai Sumber Penyakit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kita sebagai manusisa tentunya telah akrab dengan yg bernama marah. Kita sebagai manusia juga pasti pernah marah. Rasulullah pun pernah marah. Rasa marah merupakan fitrah manusia. Namun tahukah anda jika marah yang berlebihan itu dapat menyebabkan berbagai macam penyakit? Begitupun dengan perasaan negatif lain yang acap kali hinggap pada kita. Itulah sebabnya “sabar” menjadi salah satu ibadah yang punya tempat istimewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Ketika kita marah, kadar hormon adrenaline dalam darah kita akan meningkat. Dengan begitu, kinerja jantung akan meningkat. Jantung akan berdegup lebih kencang dari normal. Kemudian jika hal ini terjadi berulang-uang untuk waktu yang lama dapat menyebabkan pembengkakan jantung. Kemudian jika kita sering marah-marah dengan berlebihan, kadar kolesterol jahat dalam darah juga akan meningkat, yang dapat berujung pada penyakit jantung koroner, yang bisa juga berujung pada kematian mendadak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Hormon lain yang meningkat ketika marah adalah cortisone yang berfungsi sebagai anti inflamatory. Ketika hormon cortisone ini meningkat, pembuluh darah akan membesar dan melemah. Lalu kombinasi kadar cortisone dan adrenaline yg tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, karena detak jantung yang tinggi, dan melemahnya pembuluh darah, yang dapat berujung pada stroke jika yang pecah adalah pembuluh darah yang berada di otak. Kemudian tingginya tekanan darah juga dapat membuat kita terasa pusing dan sakit kepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Jika kita mudah marah juga dapat berujung pada insomnia, dan penurunan daya tahan tubuh kita terhadap penyakit, dan juga secara psikologis dapat menurunkan ketahanan kita terhadap masalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Karena kita terbiasa untuk marah, kita juga akan terbiasa untuk menghadapi segala masalah dengan marah. Dengan begitu kita secara tidak disadari membentuk pribadi yang egois. Karena orang yang suka marah, dan membiasakan diri untuk marah dalam menghadapi masalah adalah orang yang egois dan merasa tidak pernah salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kemudian jika kita sering marah, kita akan menjadi nudah stress. Dan ketika kita sudah stress, hormon-hormon jahat dalam tubuh kita akan meningkat. Hormon-hormon tersebut jika kadarnya terlalu besar dalam darah, akan menjadi carcinogen, atau dengan kata lain berarti hormon-horman jahat tersebut dapat menyebabkan timbulnya kanker.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Ketika kita sakit, jika kita sering&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;marah juga akan menyebabkan sakit yang berkelanjutan dan mungkin akan menjadi semakin parah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Ada beberapa hal yang InsyaAll0h bisa kita lakukan untuk membantu kita mengendalikan marah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Yang pertama, sering-seringlah kita melihat sekitar kita. Sering-sering memperhatikan nasib saudara-saudara ita yang hidupnya kurang beruntung. Dengan begitu kita akan lebih banyak bersyukur atas segala nikmat yang kita peroleh, dengan begitu hati kita menjadi lebih lembut dan peka, sehingga kita InsyaAll0h akan menjadi lebih sabar, lebih mudah bersyukur, dan jarang marah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kedua, banyak-banyaklah bersyukur, Istighfar, dan juga banyak senyum. Dengan begitu, secara tidak kita sadari, kita akan melatih diri kita sehinnga kita dapat memiliki hati yang halus dan bening. Katika kita akan marah, banyak istaghfar juga dapat meneduhkan hati yang sedang panas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Yang ke tiga, ibadah puasa dan sholat yang khusuk juga dapat membantu kita untuk membetuk pribadi yang lebih lembut. Alloh itu maha lemah lembut, dan menyukai hambNya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang lembut hatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-7952810029245789160?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/7952810029245789160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/maramara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/7952810029245789160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/7952810029245789160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/maramara.html' title='maramara'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-924955722550278764</id><published>2009-04-08T00:01:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T00:11:18.210-07:00</updated><title type='text'>Indonesia di mata dunia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya teringat beberapa waktu lalu ada yang menulis di milis kita tercinta ini tentang komentar seorang pengusaha asal &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Singapore&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tentang &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika kita masih ingat isi postingan itu, disitu tertulis kalau sesungguhnya seluruh dunia takut untuk mengembargo &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Mereka takut &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menjadi mandiri, karena pada dasarnya &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; memiliki semuanya. &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tidak membutuhkan Dunia, tetapi Dunialah yang membutuhkan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Dan Hal senada pun terlontar dari seorang Mahmoud Ahmadinejad ketika beliau berkunjung ke &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; beberapa tahun yang lalu, belum lama setelah beliau diangkat menjadi presiden &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya ingat betul ketika itu beliau di komentari tentang keberanian beliau menentang Amerika dan sekutunya. Lalu beliau balik berkomentar, yang kira-kira komentarnya &lt;i style=""&gt;“I believe that &lt;/i&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;i style=""&gt; can be more brave to oppose them then we do. Because you had everything you need to stand on your own feet. We can be brave because simply we don’t have any debt to other country… I believe &lt;/i&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;i style=""&gt; can be more brave than us when your country is free from debt as we are… “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu lagi contoh bagaimana ketahanan Indonesia untuk mandiri adalah ketika seluruh dunia dilanda krisis pangan pada Agustus tahun lalu, Malaysia dan bahkan Singapore kesulitan untuk mendapatkan pangan, tetapi orang Indonesia dapat dengan mudah memperoleh beras, bahkan produksi beras nasional sekarang mengalami surplus. Sampai baru-baru ini, pemerintah membuka tender export beras untuk pihak swasta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hal ini juga merupakan satu hal yang amat disadari oleh founding father &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Sukarno, sehingga beliau mengembar gemborkan gerakan BERDIKARI (Berdiri di Atas Kaki Sendiri). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dunia Islam sendiri memandang &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sebagai satu potensi kekuatan Islam yang sangat besar di dunia. Hal ini dapat kita lihat dari kesaksian orang-orang arab beberapa waktu lalu setelah penyerangan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ke &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Dunia Arab bersaksi bahwa keadaan di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; berubah menjadi sedikit lebih baik berkat lobi &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitu pula dengan reaksi rakyat &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sendiri ketika melihat orang &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; masuk ke tanah mereka untuk memberikan bantuan maupun sekedar untuk meliput. Kesaksian ini dituturkan langsung oleh rombongan wartawan TVONE ketika mereka baru pulang ke tanah air. Orang-orang &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Palestine&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; rela memberikan apapun yang mereka miliki untuk orang &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang datang ke tanah mereka. Mereka rela memberikan sedikit kemewahan kepada orang-orang &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; meski kehidupan mereka begitu sulit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu hal menarik juga bisa kita jumpai tidak jauh dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Beberapa waktu lalu melalui program TKI (Tertangkap Kamera Indonesia) di TVONE, banyak kesaksian dari orang-orang Malaysia mengenai &lt;i style=""&gt;“The Superiority of Indonesia”&lt;/i&gt; dalam beberapa hal, terutamanya dalam bidang seni, yang dalam beberapa kesaksian penduduk Malaysia menunjukkan kesan iri pemerintah Malaysia, sampai-sampai mereka rela mengklaim beberapa hasil kesenian Indonesia dan juga melarang masuknya produk musik maupun batik asal Indonesia baru-baru ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hal ini sangat kontras dengan penduduk &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sendiri yang begitu menyukai musik asal &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, ataupun batiknya. Dan penduduk &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sendiri mengakui bahwa beberapa hal yang diklaim pemerintah &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; beberapa waktu lalu adalah kebudayaan asli &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hal-hal di atas baru sebagian dari kenyataan yang sebenarnya. Banyak lagi hasil karya / kekayaan intelektual hasil karya orang-orang &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang dicuri / diklaim dengan sepihak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Belum lagi sikap-sikap “tidak lazim” yang ditunjukkan oleh beberapa “orang besar dunia” (sebut saja Bill Gates dan beberapa orang lainnya)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika pemerintah &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; berecana mengeluarkan kebijakan yang kurang menguntungkan bagi mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu hal yang amat disayangkan ketika mereka semua begitu takut kepada kita, sedangkan pemerintah kita bersikap begitu lemah terhadap tingkah polah mereka yang sering kali merugikan kita dan mendiskreditkan kita sebagai bangsa Indoneia, seperti banyaknya kasus kematian dan penganiyayaan TKI, pencurian-pencurian hasil karya anak bangsa, sampai yang paling sepele bertahun-tahun lalu yaitu klaim penemuan “tempe” oleh beberapa ahli gizi dari dunia barat, dan yang paling baru adalah kasus kematian David, seorang mahasiswa Indonesia di Singapore. Ketika semua orang di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;i style=""&gt;mencak-mencak &lt;/i&gt;kebakaran jenggot, pihak KBRI di Singapore hanya bersikap pasif, menunggu proses penyelidikan polisi &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Singapore&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Hanya beberapa orang di Komisi I DPR-RI yang terlihat serius menanggappinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Padahal pemerintah &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dilindungi konfrensi Jenewa untuk ikut serta dalam penyelidikan kematian David secara aktif karena nyawa warga negaranya telah dengan sengaja dihilangkan, sedang kejanggalan-kejanggalan mengenai kematiannya masih sangat banyak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam kasus David ini, beruntung masih ada komunitas blogger yang senantiasa mengawal proses hokum demi terkuaknya kebenaran mengenai kematian David.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;By: Arudatu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="mailto:jalesveva_2005@yahoo.com"&gt;jalesveva_2005@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;D’Etuva Spaghetti n Pasta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-924955722550278764?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/924955722550278764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/indonesia-di-mata-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/924955722550278764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/924955722550278764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/indonesia-di-mata-dunia.html' title='Indonesia di mata dunia'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-5647766786832611075</id><published>2009-04-07T23:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T20:16:36.469-07:00</updated><title type='text'>Anger Management via Martial Arts</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bagi seorang pecinta seni beladiri, terutama wushu &amp;amp; kungfu, tentu nama Yong Chun tidaklah asing. Yong Chun adalah satu aliran kungfu terkenal dari Propinsi Fu Sian atau Fo Shan, yang salah satu praktisinya bernama Bruce Lee. Namun yang lebih mengagumkan sebenarnya adalah seorang Ye Wen, yang menjadi guru dari Bruce Lee, sekaligus pendiri perguruan Yong Chun di Hong Kong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Beliau adalah seorang yang rendah hati, dan juga memiliki hati yang bening. Penggambaran sosok Ye Wen dapat kita saksikan dalam film yang berjudul IP Man, yang dibintangi oleh Donnie Yen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Namun saya disini tidak membahas film tersebut. Hanya mungkin merekomendasikannya jika ada yang berkenan,...he he... &lt;i style=""&gt;Anyway, &lt;/i&gt;yang membuat saya tertarik untuk menulis artikel ini adalah sosok Ye Wen yang diperankan oleh Donnie Yen. Ye Wen adalah seorang master Yong Chun. Dan sebagaimana seorang master seni beladiri, dia juga deorang seorang yang bijak. Dan sebagaimana Rasululloh SAW, yang juga seorang ahli bela diri*. Ye Wen juga dikenal sebagai seseorang yang memiliki budi pekerti yang luhur, dan pembawaan yang teduh, yang bisa menyejukkan orang yang mengenalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; yang menarik dari seni beladiri, terutamanya seni beladiri timur. Dia diajarkan selalu disertai dengan pengajaran &lt;i style=""&gt;wisdom&lt;/i&gt; atau kebajikan. Dalam tapak suci contohnya. Dalam setiap pengajarannya, selalu disertai dengan pemberian materi kemuhammadiyahan (KM) pada tingkat sabuk tertentu. Untuk sabuk putih atau calon siswa, diajarkan ikrar, dan sumpah seorang anggota tapak suci. Baru kemudian ketika sudah naik tinggkat, &lt;i style=""&gt;wisdom&lt;/i&gt; secara bertahap diajarkan. Tapak Suci sebagai bagian dari Muhammadiyah menggunakan media pencak silat sebagai media dakwah. Dan materi KM yang diajarkan kepada siswa Tapak Suci adalah bagian dari amar makruf nahi munkar yang jadi semangat Muhammadiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Martial Arts isn't all about hitting another person, or how to knock down our opponent.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Dan semangat semacamm ini juga ada dalam &lt;i style=""&gt;Bushido &lt;/i&gt;atau &lt;i style=""&gt;The way of samurai, &lt;/i&gt;yang jika kita pelajari lebih seksama, banyak juga nilai-nilai kebajikan dalam &lt;i style=""&gt;Bushido&lt;/i&gt; yang mirip dengan semangat jihad. Begitu pula dengan kungfu Shaolin, yang diajarkan berbarengan dengan kitab weda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dalam bela diri, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengendalikan diri dengan baik, sebelum kita bisa mengendalikan orang lain (terdengar seperti 3M-nya Aa' Gym), terutama amarah. Senada dengan kata-kata nabi Muhammad &lt;i style=""&gt;“Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat bergulat, akan tetapi orang yang kuat itu adalah mereka yang dapat menahan hawa nafsunya ketika marah” &lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;(HR Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;i style=""&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Dan dalam satu pertarungan, penentu kemenangan sebenarnya bukan pada siapa yang lebih besar, atau siapa yang memiliki teknik yang lebih baik, tetapi lebih kepada bagaimana kita bisa mengendalikan nafsu amarah ketika bertarung. Jika kita bisa mengendalikan nafsu amarah dengan baik, insya Alloh kemenangan secara mental sudah ada pada kita. Dan jika kemenangan mental sudah ditangan, maka ujung atau akhir pertarungan, kita yang menentukan. Tetapi bukan berarti penguasaan teknik bertarung bisa diabaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Seorang ahli beladiri dalam mengambil murid atau penerus seluruh ilmunya juga tidak pernah secara serampangan. Yang menjadi pertimbangan utama selalu adalah bagaimana kepribadian murid tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hal-hal di atas seringkali juga menjadi pertimbangan bagi seorang orang tua untuk memakai media seni beladiri untuk mengubah seorang anak &lt;i style=""&gt;delinquent &lt;/i&gt;menjadi lebih baik. Karena sifat &lt;i style=""&gt;delinquent&lt;/i&gt; sendiri seringkali muncul dari pengelolaan marah yang salah kaprah. Dan dalam setiap pengajarannya, seni beladiri juga menyertakan &lt;i style=""&gt;anger management. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Manajemen Qolbu yang baik, akan mengantarkan seseorag menjadi orang yang lebih baik. Secara fisik, atau pun mental. Hal ini bisa dilihat dari para master atau guru besar seni beladiri timur. Mereka semua Insyaalloh adalah orang-orang yang memiliki kepribadian yang baik. Dan mereka juga tentunya merupakan orang-orang yang bijak. Selain itu, karena karena mereka adalah orang-orang yang pintar menata hati, menata pikiran, dan mengendalikan diri, mereka juga orang-orang yang amat susah untuk dijatuhkan dalam suatu pertrungan. Meski mereka sudah tua, namun kekuatannya tidak dapat diremehkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dengan jiwa yang sehat, qolbu yang tertata, dan amarah yang terkendali dengan sangat baik, maka kita &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan bugar, hati yang tenang, dan tentu saja keikhlasan dan kesabaran dalam menjalani hidup. Dan tentu saja, Insyaalloh kemenangan akan kita raih. Di hidup yang sekarang maupun kehidupan selannjutnya di alam yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div  style="border-style: none none solid; padding: 0cm 0cm 2pt;color:-moz-use-text-color -moz-use-text-color black;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dalam banyak hadist disebutkan jika Rasul adalah seorang ahli dalam berkuda &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;bergulat, juga memanah. Bahkan dalam beberapa hadist disebutkan jika pada satu &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;kesempatan, Rasululloh juga mengislamkan seseorang dengan keahliannya bergulat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;By: Arudatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="MsoHyperlink"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;jalesveva_2005@yahoo.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;D’Etuva Spaghetti n Pasta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-5647766786832611075?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/5647766786832611075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/anger-management-via-martial-arts.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/5647766786832611075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/5647766786832611075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/anger-management-via-martial-arts.html' title='Anger Management via Martial Arts'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-250668586720674619.post-960133623284065478</id><published>2009-04-07T23:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T23:48:29.758-07:00</updated><title type='text'>ikhlas</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ikhlas, satu kata 6 huruf. Simpel, namun seringkali kita susah untuk menerapkanya. Ikhlas erat kaitanya dengan sabar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Banyak sekali hadis maupun ayat Al Qur'an yang berbicara tentang sabar dan Ikhlas. Hal ini menekankan betapa pentingnya sabar dalam hidup ini. Baik sabar di saat susah, maupun sabar di saat lapang. Berlaku sabar bukan berarti kita harus diam, bukan pula berarti ketika kita diam dalam sabar, kita tidak melakukan apa-apa. Ketika kita diam dalam sabar, kita menunggu saat yang tepat untuk melakukan hal yang tepat. Ketika diam dalam sabar, kita sibuk menata hati dan pikiran, Qolbu dan Fikr, serta mengendalikan nafsu atau Nafs, sehingga kita bisa menjadi orang yang lebih baik. Dan jiwa lebih tenang dan damai, qolbu kita kembali kepada As-Salam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Demikian pula ketika kita dirundung masalah. Ketika kita dipojokkan oleh keadaan, kita tidak lagi bisa beruat apa-apa. Kita merasa tidak bisa berbuat apa-apa selain diam. Pikiran kita dibombardir oleh segala macam pemikiran atau beban yang menjatuhkan kita. Dan jika sudah begini, kita sering kali lupa akan satu hal. Ada satu hal yang tidak bisa dikendalikan atau dipojokkan oleh apapun, sekalipun itu siruasi yang sangat tidak mengenakkan, sekalipun Alloh sendiri. Karena Alloh sendiri yang memberi kewenangan bagi kita untuk mengendalikannya. Hal itu adalah menata hati kita sendiri, agar kita bisa berlaku sabar dan ikhlas dalam menghadapi permasalahan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berlaku sabar itu perlu latihan. Perlu dibiasakan. Berlaku sabar itu tidak bisa instan. Dan sering kali kita merasa gagal, kita merasa tidak bisa untuk bersabar. Seringkali kita memaksakan diri untuk melawan arus, melakukan sesuatu yang diluar kemampuan kita. Sehingga kita merasa stress dan akhirnya kita sendiri yang tertekan, sampai akhirnya tenggelam sendiri dalam permasalahan hidup. Namun pahala yang dijanjikan oleh Alloh sendiri sangatlah besar jika kita bisa berlaku sabar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya adalah seorang penghobi film. Tidak peduli itu film kartun atau film artistik yang susah untuk dimengerti. Saya merasa bisa mendapatkan satu kepuasan lebih jika bisa menangkap suatu nilai lebih selain hiburan yang disajikan. Jika antum sekalian suka Avatar, yang tayang di Nickelodeon, tentunya antum sekalian ingat episode ketika Bumi ditawan oleh Azula di kotanya sendiri. Dia menolak untuk diselamatkan oleh Aang. Dia lebih memilih untuk diam di Omashu. Dia lebih memilih untuk bersabar, menanti saat yang tepat untuk mengambil langkah yang tepat. Dan saat-saat itu datang ketika terjadi gerhana matahari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Intisari dari Ikhlas dan sabar adalah penataan hati dan pikiran. Masing-masing dari kita lebih tahu hati kita sendiri-sendiri. Masing-masing dari kita lebih tahu bagaimana untuk menata hati kita sedemikian rupa sehingga kita bisa ikhlas dan bersabar menghadapi masalah dan berbagai cobaan hidup yang pasti datang silih berganti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berlaku sabar bukan berarti kita diam. Dalam diam ketika kita sabar, kita menata hati agar tidak mengikuti nafu amarah, agar kita tidak hancur. Berlaku ikhlas, berarti menerima apa yang datang pada kita. Ibaratnya ketika satu pintu terbuka karena datangnya air bah, ikhlas adalah membuka pintu yang lain, agar air tadi tidak merusak rumah kita, agar air tadi bisa berlalu, dan agar kita tidak tenggelam di dalamnya. Semakin ikhlas seseorang, semakin banyak pintu yang dia buka. Air tadi adalah permasalahan hidup yang datang silih berganti, rumah adalah hati dan jiwa kita. Kita yang tahu bagaimana hati dan jiwa kita sendiri. Kita juga yang lebih tahu pintu mana yang harus kita buka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semoga sedikit yang saya tulis disini bisa bermanfaat bagi antum sekalian. &amp;amp; untuk adikku tersayang, maaf jika kemarin abangmu ini nggak bisa kasih saran yang bener-bener jitu buat ngatasi masalahmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;By: Arudatu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;a href="mailto:jalesveva_2005@yahoo.com"&gt;jalesveva_2005@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;D’Etuva Spaghetti n Pasta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/250668586720674619-960133623284065478?l=arudatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arudatu.blogspot.com/feeds/960133623284065478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/960133623284065478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/250668586720674619/posts/default/960133623284065478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arudatu.blogspot.com/2009/04/ikhlas.html' title='ikhlas'/><author><name>datoex's design</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17936408879251761631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_iEtyepLGSO0/THNGtee6zUI/AAAAAAAAAL4/T0NBCRp3rzs/S220/19874_1219678644590_1007628893_30497650_895063_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
